Saudi Belajar Berantas Wahabi dari NU

Ilustrasi

Oleh : Narko Sun

Jamuan makan malam DUBES KSA tadi malam adalah jamuan pertama kali sejak Kyaiku menjabat sebagai KETUM PBNU. Selama ini keteguhannya akan prinsip moderasi, toleransi, keadilan, keseimbangan ala NU sudah dikenal luas jagat internasional, hingga 2015 lalu sebelum Muktamar Jombang XXXIII Kawat Telegram KEBENCIAN KSA dibocorkan Wikileaks. Isi telegram membuat siapapun yang membacanya pasti geram, bagaimana tidak... isinya berupa perintah langsung semua “agen-agen” KSA mewaspadai dan mengawasi langsung semua pergerakan Ketum PBNU, meskipun tidak ada pencegahan langsung ke wilayah KSA.

Anda boleh percaya atau tidak, sering Kyaiku ditawari untuk UMRAH DAN HAJI baik dari perorangan maupun pemerintah. Termasuk ketika semua akomodasi sudah disiapkan dan tinggal berangkat, Kyaiku tegas menolak karena baginya belum dianggap perlu untuk mengunjungi BUMI ALLAH yang selama 14 tahun lebih menempanya menjadi sosok ilmuwan disegani setelah berguru di Lirboyo Kediri dan Karapyak Yogyakarta.

Saya sering “Husnudhon” penolakan Kyaiku menunggu moment “taubat” KSA dari perilakunya selama ini yg memberikan ruang terbuka para alumni KSA menjadikan NU sebagai MUSUH UTAMA mereka. Keteguhan Kyaiku bukan tanpa dasar, ia tidak membenci KSA dan pemerintahannya, tapi ia kecewa paham2 RADIKALISME dibiarkan oleh para ulama disana, dan menutup pintu rapat2 paham moderatisme.

Apakah jamuan makan tadi malam adalah yang terbaik diambil. Tentu hanya Kyaiku yang tahu sejatinya. Apapun keputusan menerima undangan itu setelah 9 kali melobi Kyaiku, seluruh jaringan yang dimiliki KSA digunakan untuk membujuk Kyaiku.

Silahkan anda cari sepanjang 2010 sd sehari sebelum acara tadi malam, hampir tidak ada berita KYAIKU MENERIMA DUBES KSA atau SEBALIKNYA. Anda tentu masih ingat kedatangan Raja Salman dan para pangeran, saat itu Dubes RI untuk KSA, Kyai Agus Maftuh yg dikenal dg SAUNESIAnya karena ia di”sayang” KSA, pun tak mampu menundukkan Kyaiku menerima pihak KSA berkunjung ke PBNU, sebelum atau sesudah diterima Pak Jokowi. (Eh malah pihak sebelah BAPER mau dikunjungi)

Hampir dua jam pertemuan yg diawali jamaah shalat isya, saya mendengar dengan jelas bahwa Kyaiku masih kukuh dengan pendiriannya,,, ia memaparkan NU ala Indonesia, dan Islam ala Indonesia yang sebenarnya. Ia jelaskan konsep Mencintai Tanah Air itu segalanya bagi Nahdliyyin seolah ingin mengatakan “KALIAN MAU NEGARA KALIAN DIHANCURKAN OLEH PIHAK LUAR YANG MERONGRONG TATANAN HIDUP KEAGAMAAN DAN BERMASYARAKAT YG SELAMA INI BERJALAN DI SAUDI ARABIA???”.

Bahkan Kyaiku meminta dg jelas agar PEMBAGIAN BUKU-BUKU yg mendeskritkan amaliyah NU kepada setiap orang jamaah haji dan umrah ditiadakan.

Kami melihat langsung Pihak KSA, wajah DUBES dan jajarannya MEMERAH (karena Malu atau Marah saya tidak tahu) mendengar paparan Kyaiku dg bahasa Arab fasih. 
Pada akhirnya muncul kalimat yang menyejukkan dari Atase Penddidikan dan Kebudayaan KSA “kami sebenarnya malu dengan apa yang dilakukan oknum ALUMNI KSA hingga sebagian diantara mereka menjadi radikal dan teroris. Karena pada dasarnya secara umum tidak ada pengajaran radikalisme dan terorisme atasnama agama di kampus-kampus kami, dan itu Pak Said tahu sendiri. Berikutnya menyongsong Visi 2030 KSA mencandu cambuk utama agar kami bisa bekerjasama dengan NU”.

Walhasil... pertemuan tadi malam bukan pertemuan biasa, bukan hanya sekedar “LUNAKNYA HATI SEORANG KETUM PBNU”, tapi pertemuan yang menghasilkan BANYAK SYARAT yg berguna bagi ISLAM ALA INDONESIA dan ISLAM NUSANTARA NAHDLATUL ULAMA, dan apakah akan disanggupi oleh KSA? Kita lihat tanggal mainnya.

Kyaiku, tetaplah kyaiku yang selama ini dikenal, demi sebuah prinsip yang ia yakini benar, ia tetap KOKOH dan rela dijadikan sasaran tembak para “PENGHIANAT BANGSA dan AGAMA” itu. Seringkali ia mengatakan “SAYA BICARA SESUAI DENGAN FAKTA SEJARAH, dan KELAK SEJARAH PUN YANG AKAN BICARA FAKTA SEBENARNYA”.

Ohya .... sumpah,,, tadi malam juga tidak ada Insiden No Bismillah di awal fatihah, tidak ada juga jenggot liar berserakan, tidak juga baju dan jubah NANGKRING diatas betis, dan tidak ada pemandangan STEMPEL-STEMPEL hitam di kening mereka lho, apalagi insiden KAKI SALING MENGINJAK ketika shalat. Semuanya khusyuk dalam shalat layaknya kita lihat di sekitaran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Bagi para “HAMBA-HAMBA” BUMI ALLAH segeralah pergi ke Apotek atau ke dokter, belilah OBAT PENCEGAH STRESS dan obat penenang biar tidak kejang-kejang.

Sumber : Status Facebook Narko Sun

Friday, November 17, 2017 - 15:15
Kategori Rubrik: