Satu Side Effect Jokowi Policy

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Kedatangan kakak ipar dari Cilacap dalam 2 hari ini. Pasangan suami (ASN Kemenag) istri birokrat (guru SMP)

Sambil ngupi tubruk dan ngemil mendoan (yang dibawa dari Cilacap), karena tau saya concern dengan kerja kerja kerja pemerintah yang ini, kangmas bercerita ttg dampak kebijakan penggratisan dan pencatatan biaya nikah di KUA dan tarif resmi 600rb di luar KUA. Dimana uang 600rb itu sekarang dimasukkan ke dalam PNBP, bukan langsung dikantongi penghulu

Aturan tsb dikeluarkan oleh Menteri Lukman Hakim di 2 bulan pertamanya sebagai menteri (menggantikan Suryadharma Ali yang kena kasus), saat mendapati betapa masifnya korupsi di kemenag. Lembaga yang seharusnya bersih karena kata AGAMA di nama lembaganya. Saat itu masih rezim SBY (Agustus 2014)

Setelah berjalan 4,5 tahun, aturan ini trbukti mengubah banyak pola pikir pegawai Kemenag di lapangan. Awalnya memang berat. Karena banyak kantong tak resmi yang trtutup. Tapi sebagian besar ASN Kemenag trutama unit KUA sebagai ujung tombak di lapangan menyadari bahwa yang mereka lakukan selama bertahun2 itu salah

Memang..
Tak ada lagi plesir gratis ke Bali tiap tahun (dikumpulkan dari uang amplop pasangan yang menikah) bagi kepala KUA. Atau beli mobil baru tiap semester. Tapi hati jadi ayem karena semua pendapatan jelas dan halal. Tunjangan kinerja juga tahun depan meningkat, karena PNBP dari pencatatan pernikahan meningkat terus

Pada akhirnya..
Perubahan memang harus datang dari pucuk pimpinan. Butuh waktu, tapi keteguhan hati sang pemimpin seharusnya akan menipiskan potensi moral hazard. Dan pasti akan mudah membuat perubahan

Kelak..
Tak akan ada lagi guyon ala Gus Dur.. korupsi marak di Kementerian Agama karena birokrat di dalamnya paling mengerti caranya bertobat 

Maka..
Melihat kerja Anies Baswedan, Penduduk Jakarta memang pasti sangat kehilangan Jokowi dan Ahok.

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Monday, November 19, 2018 - 00:00
Kategori Rubrik: