Sarumpaet Cuma Pion, Masak Kita Sudah Puas?

Ilustrasi

Oleh : Winata Ali

Tahukah anda kenapa Ahok bisa masuk bui? Dia hanya kepleset lidah saat pidato di sebuah tempat. Sebuah kesalahan yang 'sebenarnya' kecil, tapi karena ditemukan oleh seseorang yang mungkin sedang mencari cari kesalahan dia sebagai cagub di Pilkada DKI, maka hal kecil itu sengaja digoreng dan dieksploitasi sedemikian rupa, dijadikan amunisi untuk menjatuhkan Ahok.

Kesalahan Ahok mengutip Almaidah 51 sebetulnya hanya berupa ENTRY POINT alias titik masuk. Sebuah tindakan harus memiliki alasan, dan itulah yang dijadikan titik masuk lawan politiknya untuk menjatuhkan Ahok. Kebetulan pula istilah alias tagline yang dipilih punya stopping power yang kuat, yaitu #PenistaanAgama. Jika sudah membawa bawa masalah sensitif ini, maka membesarkan eskalasi serta menambah intensitasnya menjadi lebih mudah.

Tetap fokus satu titik, tetap fokus titik itu, tetap fokus mengangkat isue PENISTAAN AGAMA, disertai demo demo melibatkan ratusan ribu orang, maka jatuhlah elektabilitas Ahok, karena banyak yang ikut sentimen membencinya, atau tidak membenci tetapi takut memilihnya.

Jika peristiwa diatas dijadikan sebuah pelajaran, maka kisah hoax Sarumpait ini adalah sebuah entry point juga untuk menghajar politikus yang tidak bermoral dan menghalalkan segala cara untuk mendiskreditkan Jokowi. Ingat ya, sudah tersedia titik masuknya.

Tinggal kita mau ikuti nasehat Via Vallen untuk tetap fokus satu titik pada titik itu, atau terbawa kendali mereka yang ingin memarginalkan kasus ini. Framing seolah ini cuma kasus recehan yang harus berhenti pada titik maaf dan telah dikarunginya Sarumpait. Makanya isue remeh seperti kata alfatekah atau dilarangnya pejudo putri buta memakai jilbab di Asian Para Games mereka goreng. Ditambah lagi 'pura pura' menolak event IMF World Bank di Bali.

Ayo netizen, ayo pendukung Jokowi. Ibarat permainan catur, kita telah kehilangan seorang Ahok yang selevel benteng atau kuda. Mosok kita merasa puas dengan barter pion atau bidak sekelas Sarumpait. Pertahanan mereka sudah terbuka. Raja mereka sudah dilukir dan dibentengi dengan ketat supaya tidak kena skak mat terlalu dini.

Setidaknya kita harus bisa mengambil perwira kubu musuh sekelas AR atau FZ atau FH supaya kekuatan mereka menjadi rapuh meski belum akan lumpuh. Itu barter yang setimpal. Entry point sudah tersedia, tinggal kita berani merengsek masuk ke pertahanan mereka, atau kehilangan momentum.

Sumber : Status Facebook Winata Ali

Saturday, October 13, 2018 - 22:45
Kategori Rubrik: