Saran Untuk Kegagalan Jonru Memahami Tol Laut

Oleh: Yusuf Muhammad

"Jika yang dibangun memang trayek baru kapal laut, kenapa dari awal disebut TOL LAUT? Supaya terkesan keren dan megah? Supaya semua berdecak kagum?"

Kalimat di atas adalah pertanyaan Jonru yang cukup mengelikan bagi saya, dan sepertinya perlu saya jawab agar abang Jonru tidak ‪#‎GagalPaham‬.

Tol Laut merupakan konsep pengangkutan logistik kelautan (menggunakan kapal-kapal besar) yang dicetuskan oleh Presiden Jokowi. Program ini bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan BESAR yang ada di nusantara dengan jalur khusus dan menekan biaya distribusi logistik agar lebih murah.

Mengapa menggunakan kapal-kapal besar? Karena selain lebih murah, kapasitas dan daya angkutnya juga lebih besar dibanding pesawat, Helikopter, atau kendaraan darat. Jadi logikanya harga bisa jatuh lebih murah juga. Jika masih mahal bagaimana? Nah, itu pasti ada faktor lain yang harus diselidiki. Saya tidak mau bilang kalau ada permainan mafia.

Jadi sudah paham ya mengenai Tol Laut gagasan pak Jokowi? Semoga paham. 

Nah, disini sepertinya abang Jonru belum paham mengenai strategi Marketing ala Jokowi. Jokowi adalah pengusaha sukses namun tetap sederhana. Pada tahun 2001, beliau sudah melalang buana hingga ke AS guna memantapkan bisnis ekspor impor Meuble miliknya. Jadi mengenai marketing beliau tidak diragukan lagi.

Menjawab pertanyaan abang Jonru:

"Jika yang dibangun memang trayek baru kapal laut, kenapa dari awal disebut TOL LAUT? Supaya terkesan keren dan megah? Supaya semua berdecak kagum?"

Nah disinilah Jokowi menunjukan kelasnya sebagai "The King of Marketing". Ia mampu mengemas sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, tampak keren dan 'wah' hingga semua tertarik dan berdecak mengaguminya.

Ibarat pemain sepak bola, Jokowi seperti Ronaldinho dan Ronaldo. Mereka tidak hanya berfikir bagaimana cara bikin goal, tapi mereka juga mampu menghibur para penonton dgn menunjukan skill saat bermain dilapangan sehingga membuat penonton berdecak bersorak dan kagum.

Dalam marketing, istilah nama adalah sebagai merek (brand) yang bisa dikemas sedemikian rupa sehingga memiliki nilai jual tinggi. Nah, itulah yang dilakukan Jokowi sehingga elektabilitasnya tinggi dan memiliki nilai jual. Semoga abang Jonru paham ya...

Saran saya lebih baik abang Jonru belajar strategi marketing dari pak Jokowi, agar jualan bukunya cepat laku dan tidak ‪#‎GagalPaham‬ Hehehe.

(Artikel diambil dari Facebook)

Saturday, November 7, 2015 - 11:15
Kategori Rubrik: