Santri Keluar Negeri Bersama Presiden

Ilustrasi

Oleh : Irfan Nurudin

Tiga bulan yang lalu Bu Menlu, Retno Marsudi melakukan kunjungan ke pesantren-pesantren untuk mensosialisasikan program pengiriman santri ke luar negeri untuk membawa misi perdamaian. Untuk memperkenalkan wajah damai Umat Islam Indonesia, salah satunya kunjungan tersebut adalah ke pondok Al Muayyad, eh dah pernah lihat potonya di berandaku kan? Itu lho yang Bu Retno menerima cindera mata sarung Lar Gurda Batik... haha. Nih orang kebiasaan gak bisa ngelepas iklan.

Seperti kebiasaan Presiden yang apapun yang ingin cepat, bukan cuman wacana. Program tersebut langsung diteken akhir Februari dan awal Maret lalu, Al Muayyad dapat pemberitahuan dari Kemenlu agar mengirimkan santri untuk program "Oustanding Youth For The World, Visit of Indonesian Santri to Sidney Australia, 12-19 March" yang juga diagendakan akan mendampingi Presiden Jokowi yang hari ini bertolak ke Australia untuk konferensi Counter Terorist, konferensi melawan terorisme, bukan membahas game Counter Terorist lho ya? itu game favorit Dilan ketika masih unyu. Bedakan... jangan bawa-bawa game ke ranah konferensi haha.

Ya terang aja pihak pondok sedikit kelabakan untuk mempersiapkan santri yang layak dikirim ke Ostrali, santri yang kudu bisa aktif berbahasa Inggris dan Arab, berprestasi dan punya leadhersip yang bagus. Untunglah Al Muayyad punya banyak stock santri-santriwati idaman, mengirimkan dua person-yang jelas bukan Dilan maupun Mbah Ketib Anom. Pesantren membekali santri dengan mentraining santri tentang pergaulan internasional, mulai tata cara bersapa, table manner dalam jamuan resmi dan lain sebagainya, sebab mereka berangkat dengan paspor diplomat, resmi sebagai utusan pemerintah.

Memang dalam tahap awal ini baru 10 santri yang diambil untuk program tersebut, tapi selanjutnya akan semakin banyak dan dikirim ke berbagai negara yang berbeda dalam berbagai event.

Bangga Dadi Santri...

Sumber : Status Facebook Irfan Nurudin

Tuesday, March 20, 2018 - 16:30
Kategori Rubrik: