Santri Dirumah Masih Ada Pembelajaran Online

ilustrasi

Oleh : Abdulloh faizin.

Jika sudah ada aturan tidak boleh ada kerumunan masa yang mengakibatkan fatal tertularnya virus maka tanpa terkecuali semua potensi kerumunan harus ditiadakan. Atau jika masih ada maka ada upaya dibubarkan.

Itulah langkah efektif yang harus dilakukan dengan catatan ada kerja sama saling mengerti memahami dan mengingatkan antara pemerintah dengan rakyat masyarakat dan tokoh Agama. Tidak boleh menunggu gelombang bahaya yang lebih besar.

Kerumunan massa itu bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Bisa di kantor di kampus di Walimahan dan kegiatan keagamaan. Serta kegiatan ritual peribadatan. Bahkan di sekolah dan pesantren. Tempat mengaji ilmu santri juga berpotensi.

Terakhir setelah muncul aturan itu ada bererapa pondok pesantren yang sebelumnya mengkarantina santri dengan tenngang waktu sampai 14 Hari dan itu juga kita laksanakan di pondok kami.

Namun setelah aturan itu turun aturan itu ke jalan pondok kami berubah secepat kilat untuk menyesuaikanbya dengan tersengal Sengal kami buat info baru pemulangan lewat wa grup santri saja tanpa mengundang untuk berkerumun. Singkatnya berhasil dan mereka wali santri paham akan perubahan Aturan itu.

Lalu bagaimana dengan pembelajaran santri selama di rumah kami atas pimpinan mengintruksikan kepada guru dan pembina santri dan siswa. Mulai MI MTs.MA. memberikan pembelajaran online mulai tanggal kemaren. Dengan pantauan yang super ketat dengan beberapa bahasa ultimatum yang baik. Yakni jika ada yang tidak ikut online maka tak dapat nilai.

Surve pertama respon bagus sampai hari ini. Semoga lancar sampai waktu yang ditentukan efektif lagi oleh pemerintah. Hal tersebut karena pihak sekolah ingin memberikan kontribusi tanggung jawab pembelajaran. Namun secara haliyah sikap tingkah laku santri dengan segala hormat bimbinganya kita pasrahkan Kepa bapak ibu wali santri selama dirumah karena kami tidak menjangkainya.

Hanya saja yang perlu kami ingatkan adalah Setelah anak sampai di rumah jangan sampai ada anak bebas keluar apalagi masuk kerumunan usahakan dirumah saja sambil belajar online dan sembari di ajak sholawat dan berdoa serta dipahamikan tentang wabah diajarkan hidup sehat cuci tangan dan menjaga kebersihan.

Al hasil maknanya guru masih punya tanggung jawabnya dengan cara apapun. Artinya guru tidak makan gaji buta. Namun jika guru masih cuek dan tidak ada upaya sama sekali maka tidak menutup kemungkinan bahwa diskursus itu benarlah adanya.

Mohon ini dipahami bersama sama. Kita butuh kebersamaan menyelesaikan persoalannya harus Kita saling berdoa semoga wabah ini cepat selesai.

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Saturday, March 28, 2020 - 11:30
Kategori Rubrik: