Sangu untuk Akhirat

Oleh: Edi Djuwito
 

Mencari sangu untuk akherat........Demikian yang saya sering dengar dari teman2 di berbagai peristiwa seperti ketika sedang olah raga jalan pagi, menunggu sholat berikutnya, ngomong2 ketika menunggu jadwal penerbangan......atau dalam banyak perbincangan pada momen peristiwa yang lain......
Konteks pembicaraan mencari sangu untuk akhirat itu ketika teman2 sedang mengumpulkan perbuatan yang termasuk dengan perbuatan baik atau mulia , misalnya membangun tempat ibadah, rajin puasa sunnah, suka berzakat dan berinfaq maupun sodaqoh, memberi makan anak yatim dan orang miskin, sering pergi haji dan umrah..hobi mendengar pengajian.....suka tadarus dan iktiqaf di masjid ketika a0 hari reakhir bulan puasa.....

Mendengar kata-kata mencari sangu untuk akherat ini, memicu rasa ingin tahu saya..... yaitu....untuk "perjalanan" di akherat butuh sangu berapa ya.....kalau dihitung bahwa usia alam semesta konon 15 Milyar tahun, bahkan ada yang mengatakan lebih panjang lagi........ sangu yang dibutuhkan tentunya sangatlah banyak... misal utk "hidup" di akherat sehari butuhnya berapa dikalikan jumlah masa waktu diakherat yang kekal maka hasilnya sangu yang dibutuhkan sangat-sangat banyak .....opo yo pernah cukup sangu yang kita kumpul2kan itu???.

Skala alam akherat tak terhingga bila dibandingkan dengan dunia yang kita tinggali ini..... Prof. Sudjoko ahli astronomi dari ITB almarhum, dalam prakata bukunya Carl Sagan yang berjudul Cosmos, memberi ilustrasi bahwa : Alam semesta itu terdiri dari 100 milyar Galaxy, dalam satu Galaxy ada 100 milyar bintang, dimana salah satu bintangnya adalah Matahari,... dalam satu Matahari ada 10 miliar Palnet , dan....... salah satu planet itu adalah Bumi yang kita tinggali bersama ini... dan kita ini adalah bagian dari 7,2 milyar manusia yang tinggal di bumi saat ini ....... betapa sangat kecilnya masing2 diri kita bila dibandingkan dengan alam semesta itu....

Sangu untuk akherat yang dikumpulkan oleh manusia sehebat apapun dan sebanyak apapun tidak pernah akan cukup untuk ongkos tiket masuk akherat bagian zona surga ......karena perbedaan skala itu,.... dunia dibanding surga ibarat air setetes dibanding dengan air di samudra....jadi orang yang "merasa" punya sangu ibadah yang cukup, apalagi dengan cara sehalus apapun menyombongkan diri dan menggelari dirinya sendiri sebagai ahli surga adalah kekeliruan sangat prinsip....

Surga adalah "hadiah" dan hak prerogatif dari Allah dan sikap yang dianjurkan adalah jangan pernah dan jangan sekali-kali putus asa terhadap Rahmat dan Magfirah dari Allah swt........ jangan pernah kecil hati... dan jangan pernah merasa tidak pantas untuk mendapat Rahmat Allah itu......seberapa besar kesalahan dan dosa yang pernah kalian buat.....syaratnya adalah bertobatlah, kembalilah mengikuti tuntunan Qur'an dan keteladanan berbuat seperti Rasullah.....kemudian pegang teguhlah iman dan praktek sehari-hari berbuatlah baik sebanyak-banyaknya.....mumpung masih punya kesempatan,.... mumpung masih diberi waktu....

Magfirah Allah itu substansinya adalah ....menutupi..... implementasinya adalah, menutupi dosa dan kesalahan..... ibarat file... dihapuskanlah file yang dimasukkan dalam "folder dosa"... sehingga ketika dibuka file dosa kita akan dijawab oleh komputer akherat..."File not Found"..... Magfirah Allah akan..........Menutupi kebutuhan kita, menutupi kesombongan kita menutupi segala hal yang perlu ditutupi...

Oleh karena itu kawan ber"islam" yaitu tunduk , patuh dan menyelamatkan diri sendiri dan sesama dengan sempurna adalah sebuah pilihan-pilihan yang penting dan prinsip dalam bersikap...., bagi yang memilih islam sebagi jalan hidupnya maka sering-seringlah rukuk dan sujud....agar hatimu terkendali dan terjaga, agar sikapmu lembut dan rendah hati, agar orang-orang disekitarmu merasa nyaman dan aman dari lidah, tangan maupun perbuatanmu....Bukankah setiap tindakan haruslah mengucapkan Biismilaahirohmaanirohimi..... yang saya memaknainya adalah "Bersama Allah menebarkan Cinta dan Kasih Sayang"???.

Bagi yang mempunyai terlanjur punya presepsi dan memaknai bahwa islam itu keras, menegakkan kebenaran dengan pedang atau pentungan, suka berteriak-teriak kasar dan keras....perlu dilihat kembali dan perlu merenungkan diri lebih dalam ... sudah benarkah sikap2 itu.... sudah tepatkah menafsirkan dan meneladani ketedanan Rasulullah saw yang penuh kelembutan.... bahkan senyuman beliau membuat banyak mahluk jatuh cinta......

Janganlah pernah lagi membanggakan amal perbuatan yang kalian buat,... janganlah pernah putus asa terhadap Rahmat dan Magfirah dari Allah..... dan ingat2lah selalu ... itu semua tidak pernah cukup memasukkan kalian kedalam surga atau......... bila membuat dosa2 yang sangat besar tidak pernah cukup untuk menjebloskan kalian dalam neraka.....kecuali hanya Rahmat dan Magfirah dari Allahlah yang menjadi harapan dan peliharalah selalu harapan itu....... jangan pernah, jangan pernah, dan jangan pernah berputus asa...

 

(Sumber: Facebook Edi Djuwito)

Sunday, May 22, 2016 - 14:15
Kategori Rubrik: