Sang Zahid Itu Bernama Jokowi

Oleh : Yoyon Syukron Amin

Cerita kezuhudan Umar bin Abdul Aziz pertama kali saya dengar dari penceramah kondang Zainaudin MZ. Tak berlebihan jika hari ini saya katakan sosok Umar bin Abdul Aziz sepersekian persen ada pada diri pak Jokowi. Karekternya kuat, sederhana, dan selalu mengedapnkan kepentingan bangsa dan negara.

Semakin jelas setelah saya menyaksikan Debat Calon Presiden kemarin malam. Beliau memaparkan dengan runut kinerjanya selama 4 tahun setengah. Dan yang paling berkesan adalah ketika di tanya lawannya tentang banyaknya informasi keliru yang didapatkan dari orang kepercayaannya, beliau dengan tenang menceritakan kunjungannya ke kampung nelayan di jam 12 malam dan hanya ditemani supirnya saja.
 

 

Pilpres memang masalah rasa, tentang selera, persoalan " Ngeh" atau tidak. Tetapi mari sejenak kita ambil nafas panjang, dan berfikir 5 menit saja, " Negara sedang dipertaruhkan", ditangan kitalah bangsa ini maju atau malah mundur lagi 50 atau 100 tahun yang lalu.

Hitam putihnya jelas, antara kerja dan ilusi. Antara Pembelaan terhadap wong cilik versus Mavia Negara. Tentang prodak usang orba dan sang pelopor kemajuan.

Tentunya kita tidak mau negara ini dititipkan oleh orang yang salah. 32 tahun kesalahan itu mengakibatkan kita tertinggal dari negara tetangga kita. Atau apakah kita rela hidup kembali ke zaman kolonial Belanda. Masa paling pahit, saat mereka merampok habis-habisan hasil bumi kita. Atau seperti masa Gubernur Raffles, dimana para petani tidak memiliki kemerdekaan atas tanahnya sendiri.

 

(Sumber: Facebook Yoyon Sukron Amin)

Tuesday, February 19, 2019 - 14:45
Kategori Rubrik: