Sang Pembunuh

Oleh: Saiful Huda Ems
 

Saat mertuanya berkuasa ia menculik dan membunuh sahabat-sahabat perjuangan seangkatanku, lalu ketika rakyat murka dan menggulingkan kekuasaan mertuanya ia lari ke luar negeri. Sebuah sikap pengecut yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang patriot bangsa apalagi ia seorang mantan jenderal. Tahun-tahun telah berganti dan iapun kembali ke negeri ini dengan tiada sedikitpun perasaan bersalah. Dimintalah salah seorang temannya untuk menulis beberapa buku yang membersihkan namanya dengan membalik semua kebenaran peristiwa tentang kejahatannya, sebelum ia benar-benar kembali tampil untuk membuat rusuh negara yang kesekian kalinya.

Bangsa ini bangsa pemaaf, seorang penghianat nurani kemanusiaan malah didaulatnya sebagai pahlawan. Bahkan puing-puing kerusuhan di Ibu Kota yang masih tersisa dilupakannya. Lalu beberapa tahun setelahnya beberapa penjahat politik mengusungnya jadi calon pemimpin, dan ketika ia kalah iapun masih terus membakar rasa kebencian para pendukungnya ke pemimpin yang sah. Sebagian pemujanya masih menganggapnya sebagai manusia bersih, tetapi mereka telah menutup mata dan telinganya untuk melihat perangainya dan mendengar berbagai perkataan politiknya yang menampakkan ketidak relaan atas kekalahannya.

Satu persatu para penjahat politik pendukungnya terbukti pernah menjarah uang negara, hingga beberapa diantaranya meringkuk di penjara. Apakah semua itu tidak cukup bagi kalian untuk menjadi manusia yang tersadarkan? Ataukah memang kalian para pendukungnya sudah tidak lagi mencintai kedamaian dalam pergaulan sesama anak-anak bangsa, melainkan lebih memilih terus mencaci demi memuaskan ego kegagahan diri kalian sendiri? Sadarlah, masih ada orang-orang yang berani bersuara mengingatkannya seperti kami, meski kami harus mempersiapkan diri menerima resiko besar dari tugas-tugas kemanusiaan ini.

Aku mencintai kehidupan karena keindahan hidup yang ku rasakan dapat mendampingkan jiwaku dengan Kebesaran Tuhan. Akan tetapi jika untuk membela dan melindungi nilai-nilai kemanusiaan yang mereka rendahkan, serta untuk mengingatkan semua orang akan sahabat-sahabat seperjuanganku yang telah diculik dan dibunuhnya, aku siap memasuki kawasan kematian dan mengubur dalam-dalam dari semua yang telah susah payah ku capai dalam kehidupan. Sadarlah engkau hai mantan jenderal yang berlumuran darah para sahabatku yang telah kau lenyapkan nyawanya ! Aku kini berdiri tepat di hadapanmu ! Aku siap bertarung denganmu dalam bentuk apapun !...

 

(Sumber: Status Facebook Saiful Huda Ems)

Monday, August 22, 2016 - 07:45
Kategori Rubrik: