Sang Pembantai Cicak dan Pentingnya Rasionalitas dalam Beragama

Oleh: De Fatah
 

Rasionalitas dalam beragama sangat diutamakan karena jarak kita terhadap pembawa agama ribuan tahun sudah maka sangat dimungkinkan terjadinya distorsi agama, apalagi penulisan hadis dimulai 200 th setelah wafatnya Nabi, karena itu Tuhan menyematkan akal supaya dapat menilai dan berhati hati dalam memahami ajaranNya

Di dalam Islam sendiri sejak dahulu ribuan hadis palsu disebarkan dibungkus dengan kata "shahih" untuk kepentingan kekuasaan atau menjatuhkan sesama pemilik agama. Nabi mengajarkan untuk rasional, memakai akal, bukan soal duniawi saja juga soal keagamaan. Dalam Al Qur'an diperingatkan untuk meneliti alam sekitar dengan perantara akal

Salah satu nya hadis yg menyebutkan keutamaan membantai cicak dapat pahala, munculnya saat di Pilkada DKI mereka sebut muslim yang memilih non muslim disebut "muslim cicak", di hadis tersebut si cicak satu satunya binatang yang ikut meniup api yang membakar Nabi Ibrahim oleh raja namrud. Riwayatnya shahih diriwayatkan oleh orang ring satu Nabi

Bagi yang mempergunakan akal nya tentu akan bertanya, andai benar alasan bantai cicak adalah karena si cicak ikut meniup api saat pembakaran Nabi Ibrahim, tentunya kita akan berfikir, cicak jenis apa yang tiupannya bisa membuat api bisa membesar

Kemudian bila cicak dizaman Ibrahim yang meniup mengapa dendam kesumat itu masih harus dilanjutkan hingga cicak cicak di negeri kita yang tidak ada kaitannya dengan peristiwa itu mendapat getahnya, mengapa fatwa bunuh tidak untuk gajah krena gajah pernah menghancurkan ka'bah, padahal di Al Quran pun tidak disebutkan peranan si cicak dalam tiup meniup itu

Ohhh Dewa kura kura ampun dah,...jika kami beragama tidak boleh memakai akal, jadi harus memakai apa ? apakah memakai congor ? memakai pantat ? Bijimane proses akal mereka menghubungkan raja namrud sama dengan Ahok ?

Andaipun peristiwa tadi benar-benar terjadi, maka hadis pembantaian cicak ini dijadikan bahan tertawaan para musuh Islam, cicak oh cicak nasibmu. Hadis yang sulit dicerna akal ini, dibela habis-habisan oleh kaum pembantai cicak, mereka berdalih bahwa cicak mengeluarkan racun berbahaya bagi manusia dan bla bla sebagainya

Andai Nabi Muhammad hari ini diutus kembali kepada kita, pasti ia akan menggunakan cara-cara yang rasional dalam memberikan pehaman apa yang pernah ia ucapkan dulu

Dalam suatu riwayat lagi, Jabir ibn Abdullah menyampaikan bahwa Nabi Muhammad melihat seorang perempuan kemudian Nabi bersegera masuk rumah menemui Zainab untuk menunaikan “hajat”-nya. Setelah usai, ia keluar menemui para sahabat sembari berkata, “Sungguh perempuan datang menyerupai setan. Barangsiapa merasakan hasrat karenanya, bersegeralah ke istrinya.Ahli hadis memastikan bahwa hadis ini sahih.

Ayo kita reka ulang, digambarkan Nabi sedang berkumpul dengan para sahabat berdiskusi tentang berbagai masalah yang berhubungan dengan umat, agama, dan masyarakat. Tiba-tiba seorang perempuan lewat, lalu Nabi segera meninggalkan sahabatnya untuk menunaikan “hajat”, setelah itu dia kembali dan menceritakan kepada sahabatnya apa yang barusan dilakukannya. Jelaslah bahwa perilaku ini tidak layak bagi seorang Nabi

Ohhh Demi nenek kura kura riwayat opo lagi iki ?

Ingat yaaa,..kasus seperti ini ada disetiap agama,..

 

(Sumber: Status Facebook De Fatah)

Monday, October 24, 2016 - 16:00
Kategori Rubrik: