Sang Mantan Yang Rindu Pujian

Oleh : Rudi S Kamri

Tadi pagi setelah sahur menunggu subuhan, iseng-iseng saya membuka FB. Dari ratusan postingan sahabat-sahabat saya yang muncul di time line ada yang mencuri perhatian saya saat ada cuplikan dari berita TV Demokrat 'official broadcast' atau media resmi dari Partai Demokrat.

Tayangan tersebut isinya semuanya berisi puja-puji atas "keberhasilan" di masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono. Dari tayangan yang dikemas dengan tampilan data tabulasi numerik yang menarik itu seolah-olah Presiden RI ke-6 adalah sosok pemimpin luar biasa tanpa cela. "Keberhasilan" demi "keberhasilan" rezim SBY digambarkan begitu mempesona. Intinya admin dari media internal partai tersebut ingin mengirimkan pesan bahwa era kepemimpinan SBY adalah jaman keemasan. Bahkan sang admin menambahkan caption : "rasakan bedanya dengan saat ini". ck-ck-ck-ck

Saya tidak tahu maksud dari tayangan itu untuk apa. Tapi dari ujaran caption sang admin yang provokatif tersebut, terbaca jelas bahwa Partai Demokrat ingin menyudutkan Presiden Jokowi dengan mengatakan bahwa saat ini rakyat susah, saat ini pembangunan nasional tidak jalan dll. Kebalikan dibandingkan dengan jaman SBY. Jujur saya ngakak terguling-guling melihat ini semua. Yang membuat saya heran kok bisa ya di bulan suci ramadhan ini ada orang yang nekat tak tahu malu memproduksi kebohongan ?

Secara kasat mata kita bisa merasakan selama era 10 tahun administrasi pemerintahan SBY, Indonesia seolah berjalan dengan sistem 'auto pilot'. Secara faktual kita melihat dengan jelas pada era 2004 - 2014 mafia minyak merajalela. Pembangunan daerah pinggiran seperti Papua, Kalimantan dll hampir tidak terjamah. Harga BBM dan semen di Papua mencapai hampir 100x lipat dibandingkan harga Pulau Jawa. Pembangunan masih berpola"Jawa Sentris". Disamping itu akibat policy yang permisif dan main aman, aliran radikal kanan dan kelompok pro khilafah berkembang biak tak terkendali.

Di akhir pemerintahan SBY, warisan proyek e-KTP mangkrak gak jelas juntrungannya. Dulu dipromosikan bahwa dengan e-KTP Indonesia akan menuju era 'single data' yang terpusat karena e-KTP akan disertai micro-chip yang memuat data pribadi pemiliknya, sehingga e-KTP akan bisa digunakan untuk pengurusan administrasi apa saja. Kenyataannya ? Proyek yang bernilai 5,9 triliun ini ternyata hanya menghasilkan kartu plastik yang biasa saja. Malah yang terjadi terungkap lebih dari separuh pagu anggaran proyek itu menjadi bancakan para jahanam koruptor. Kegagalan ini gak diungkapkan di TV Demokrat, pak Admin ?

Belum lagi subsidi BBM yang mencapai angka fantastis 1.300 triliun selama th 2004 - 2014 ternyata terbukti banyak dinikmati sekolompok mafia minyak, bukan dinikmati rakyat Indonesia. Demikian juga dengan dana puluhan triliun untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disalurkan dengan cara primitif yaitu cash, apa hasilnya ? Suatu program yang tidak mendidik rakyat di era 'cashless society'. Juga mangkraknya puluhan proyek kelistrikan menjadi besi tua yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Dan yang paling monumental adalah mangkraknya Istana Hantu Hambalang. Bagaimana pertanggungjawaban anda Pak Beye ?

Apa yang kau cari Pak Beye ?
Tidak cukupkah 10 tahun masa kepemimpinan yang kau sia-siakan ? Ambisi apa lagi yang engkau inginkan ? Dari komentar di tayangan Demokrat TV tersebut bukan pujian yang kau dapatkan tapi yang kau terima justru ribuan cacian dan cibiran. Gak malu pak Beye ?

Mengapa tidak legowo dan santun menerima kenyataan bahwa koridor pembangunan nasional di era Presiden Jokowi jauh lebih bagus dan 'on the track' ? Mengapa tidak menempatkan dirimu jadi begawan bangsa yang bijak yang tidak nyinyir. Masih belum sembuh dari penyakit "baperan"nya Pak Beye ?

Jamanmu sudah berlalu Pak Beye. Enough ia enough !!! Dan era anakmu AHY masih belum datang menyambang. Jadi sabar sajalah. Jangan terlihat ambisius yang gak kepuguh. Keep easy..... Jangan terlihat kemrungsung menggerung-gerung.

Saran saya jangan terlalu sering nonton TV. Nanti bapak semakin kemriang dan stress. Karena disana banyak menayangkan tentang keberhasilan pembangunan Pemerintahan Jokowi. Pembangunan infrastruktur, bendungan, pelabuhan laut, pelabuhan udara dimana-mana. Proyek padat karya merata di seluruh pelosok desa. Pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan dan sertifikasi agraria merata seluruh Indonesia. Sistem perijinan dipangkas dan dipermudah. Untuk pertama kali negara kita mengalami produksi perikanan yang melimpah. Kita akhirnya berdaulat di negeri sendiri. Semuanya pasti akan membuat bapak resah gundah gelisah tak tentu arah.

Diperbanyak dzikir saja pak Beye. Biar kalbu tenang dan menjadi pribadi yang rendah hati. Usia yang hampir 69 tahun gunakan untuk hal-hal yang bermakna bagi anak cucu dan keluarga. Ikhlaskan bangsa dan negara ini diurus oleh ahlinya yang jauh lebih piawai dibanding anda. Itu realita.

STOP nyinyir dan baperan ya pak !!!
Sambil bernyanyilah lagu sendu :
...sedihnya hatiku
pujian yang kurindukan
tapi cibiran yang kudapatkan
ohhh teganya teganya teganya.....

Salam Satu Indonesia,
Rudi S Kamri
03062018

 

Sumber : facebook Rudi S Kamri

Sunday, June 3, 2018 - 10:15
Kategori Rubrik: