Sandiaga Tidak Memiliki Visi Keberlanjutan

ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Ya memang begitu koq Bu..

Selama ini hanya bisa 'Jualan Isu Kemiskinan' yang tak dibarengi dengan solusi yang dapat dijadikan pegangan. Semuanya sekedar janji surga: Kami akan.. kami akan.. kami akan..

Tapi 'Kami Akan-nya' seperti apa, kapan, siapa, dimana, dengan cara apa, targetnya seperti apa, pembiayaannya berapa dan darimana, tidak pernah ada penjelasan. Jadi ya seperti kampanye kandidat lain pada umumnya.. Atau ujung-ujungnya menawarkan OK OC..

Masalah nanti terwujud atau tidak, itu urusan belakangan. Ya seperti saat Pilkada DKI aja deh. Contoh yang gamblang, dengan ringannya menjanjikan kepada petani akan meningkatkan harga jual hasil pertaniannya. Tapi dilain sisi janji kepada emak-emak akan menurunkan harga jual. Coba, ketemunya dimana?

"Seharusnya yang benar adalah 'Meningkatkan Daya Beli Masyarakat,' agar siklusnya tak ada yang terganggu"

Lalu dengan mudahnya akan menyiapkan semua bisa menggunakan e-KTP, yang itu artinya serba elektronis. Padahal persoalan infrastruktur langit saja belum paham, dan kadang jadi gurauan kubu 02, selain mana mungkin saat ini bisa diterapkan bila seluruh elemen pendukungnya belum siap.

Makin lucu lagi, selama ini Sandi juga mengeluarkan kartu-kartu lainnya, padahal katanya cukup dengan e-KTP. Giliran 01 yang menyiapkan kartu dengan program yang sudah jelas untuk perhatian masyarakat kecil malah jadi bahan candaan kubu 02.

Jadi cocoklah bila disebut 'Tak memiliki visi yang berkelanjutan.'

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Saturday, March 23, 2019 - 11:45
Kategori Rubrik: