Sandiaga Dan Uang Rp 100.000

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Saya kuliah jurusan tafsir, tapi buku yang khatam, sama banyaknya, atau lebih banyak buku-buku bisnis daripada buku study saya.

Saya membaca buku Blak Mycioski, Grant Adam, Ricard Branson, Tung Desem, Robert Kiyosaki, Antony Robin, Jeff Bezos, Elon Musk, Tony Hsieh, Mochtar Riyadi, Salim, dan puluhan nama lain, termasuk buku Sandiago Uno, meskipun ditulis oleh orang lain.

Buku bisnis paling tidak berkesan dan memuakan buku yang ditulis oleh Phurdi Candra, "cara gila jadi pengusaha". Menurut saya waktu itu cara bisnisnya tidak sehat, karena dia memainkan pinjaman perbankan. Dan terbukti Primagama dinyatakan pailit dengan tanggungan utang 34 M.

Buku kedua tentang Sandiago Uno. Bukunya seperti cerita pribadinya di berbagai acara yang dipublikasikan di Youtube, ada retakan kisah, ada informasi yang terputus. Dari cerita memulai bisnis dibekas kantor agency modeling, lalu menjadi miliarder.

Berbeda dengan buku bisnis lainnya yang saya baca, runut dan detail. Potongan informasi baru kemudian saya temukan, yaitu "Sandi Uno meneruskan bisnis keluarga yang memang sudah besar". Ini yang tidak dia ceritakan. Menurut saya ini tidak jujur.

Saya merasa pantas untuk kecewa pada Sandi, apalagi dia dibelakang permainan politik sara di DKI Jakarta, politik uang pada bursa capres-cawapres, bualan oke oce, bualan dp nol persen, bualan tidak menggusur tapi menata, dan bualan uang 100 rebu hanya dapat bawang dan cabe.

Ada yang bisa kerja kenapa milih yang lain hanya untuk coba-coba

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

 

Tuesday, September 11, 2018 - 16:00
Kategori Rubrik: