Sambutan. Sambatan dan Sambaran

ilustrasi

Oleh : Ma'ruf Khozin

Diawali dengan sambutan Ketua MUI SBY KH Muhit Murtadho dan Kepala Kantor Kemenag SBY Dr. Husnul Maram dalam rangka Rakerda MUI SBY, Bu Wali Kota Surabaya sudah tidak memperlihatkan wajah sumringah. Seperti ada yang dipendam dalam hatinya.

Betul sekali. Giliran beliau yang diminta untuk memberi sambutan atas nama Wali Kota langsung diisi dengan nada tinggi: "Saya ingin langsung menyampaikan, mumpung tidak lupa".

Wali Kota yang memiliki tugas menjalankan pemerintahan yang baik dan bersih ini ternyata berhadapan dengan moral anak-anak perkotaan. Beliau menemukan beberapa anak usia sekolah yang mengalami kekerasan seksual sesama pelajar, setelah diperiksa di dalam HP-nya ternyata dipengaruhi dengan video dan gambar yang mengumbar syahwat. 

 Tidak satu dua kejadian beliau temui ini. Aparat beliau -Satpol PP- juga berkali kali menggagalkan adegan mesum anak-anak muda di taman atau kawasan sepi penduduk. Pertengkaran anak-anak usia sekolah dan lain sebagainya.

Beliau sampaikan semua masalah itu dengan mata lembab dan suara terputus-putus. Para kyai dan ustadz dari MUI se Kota Surabaya pun terdiam, ada juga yang menunduk, bahkan juga menangis. Seolah Bu Wali Kota ini memberi 'Sambaran' kepada para tokoh agama dengan bahasa blak-blakan "Kemana tugas tokoh agama dalam membenahi moral umat?"

Bu Risma tidak sekedar 'Menata Kota' tapi juga 'Memperbaiki Kita'.

Sumber : Status Facebook Ma'ruf Khozin

Tuesday, February 18, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: