Sama Miras Koq Takut

ilustrasi
Oleh : Ahmad Tsauri
Dalam hukum taklifi, non muslim terkena taklif; kewajiban dan keharaman yang sama dengan kewajiban dan keharaman bagi umat Islam.
Meskipun non muslim tidak sah melaksanan sholat karena tidak memenuhi hukum wadh'i yaitu syarat sah sholat seperti niat, dan syarat sah niat adalah iman, tetapi non muslim yang akalnya normal juga berdosa karena tidak sholat.
Demikian juga dalam keharaman, khamar itu haram bagi muslim haram juga bagi non muslim. Artinya selain dosa karena kekufurannya itu ia juga berdosa karena tidak melakukan melakukan sholat, karena minum minuman keras dan seterusnya.
Karena konsep ini banyak sekali muslim yang rese mengurusi kehidupan dan mengatur orang lain. Seperti swiping dll.
Hemat saya, agaknya ilmu fikih yang dibutuhkan dalam toleransi itu lebih dalam dan lebih banyak dari ilmu fikih yang digunakan pada bidang kehidupannya lainnya.
Salah kalau menganggap non muslim tidak berkewajiban berpuasa (meskipun lagi-lagi seperti sholat diatas, puasanya tidak sah karena syaratnya tidak terpenuhi), keliru kalau miras hanya haram bagi muslim tidak bagi non muslim.
Maksud saya, meskipun dalam batas toleransi kita tidak boleh mengganggu kesenangan mereka karena dalam agama mereka boleh, tapi setidaknya tidak memfasilitasi.
Kalau karena alasan toleransi ya meskipun presiden tidak melegalkan investasi miras, yang suka miras dengan caranya sendiri pasti mendapatkan kesukaan mereka.
Dipostingan kemarin yang kemudian saya private, saya bilang Pak Jokowi itu pasti mendengar aspirasi bukan orang yang angkuh dan pongah. Dan sekarang beliau sudah mengumumkan, informasi penting yang dinanti banyak ulama. Alhamdulillah.
Sumber : Status facebook Ahmad Tsauri
Wednesday, March 3, 2021 - 09:30
Kategori Rubrik: