Saling Bantah Kemensos dan BNPT?

ilustrasi

Oleh : Alto Luger

Mari mulai dengan spoiler: Baik BNPT dan Kemensos sama-sama betul. Penanggulangan terorisme itu tanggung jawabnya BNPT dan bukan menjadi tanggung jawab Kemensos. Tapi Kemensos juga terlibat dalam penanggulangan terorisme. Ini adalah tugas lintas kementerian dan lembaga.

Pernyataan dari Karo Hubmas Kemensos itu jelas, yaitu bahwa anak-anak dan perempuan simpatisan ISIS itu ditampung di Rumah Perlindungan Sosial milik Kemensos, dan hanya berlangsung selama dua pekan hingga satu bulan, tergantung kondisi dan keadaan anak-anak dan wanita tersebut. Akan tetapi selama dalam penampungan, Kemensos memberikan pendampingan dan rehabilitasi sosial dasar kepada simpatisan terorisme dan ISIS. Dengan demikian, mereka dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara baik dan membaur dengan masyarakat saat kembali ke daerah asalnya.

Jadi kemensos tetap terlibat dalam proses deradikalisasi para simpatisan ISIS, yaitu perempuan dan anak-anak.

Nah, kalau memperhatikan mekanisme ini maka akan terlihat adanya 'gap' dalam asumsi penanganan simpatisan ISIS yang telah atau akan kembali. Gapnya adalah bahwa anak-anak dan perempuan itu 'dianggap' sebagai korban dan dengan demikian tingkat ancamannya lebih rendah.

Akan tetapi, kalau kita melihat trend dimana anak-anak dan perempuan sudah mulai dilibatkan secara aktif dalam tindak pidana terorisme di Indonesia maka apakah pendekatan yang dilakukan di rumah-rumah perlindungan sosial milik kemensos ini sudah tepat dengan hanya menampung mereka selama sekitar 1 bulan saja?

Selanjutnya, apakah kemensos punya orang-orang yang memang mampu mencuci kembali otak orang-orang yang sudah sedemikian terpaparnya, terutama perempuan dan ibu-ibu yang punya anak?

Beta sih tahu jawabannya, tapi ngga akan ditulis di sini karena ada info yang bisa diungkapkan ke publik, tapi ada yang tidak untuk dibagikan ke publik.

#IndonesiaTanahAirBeta

Sumber : Status Facebook Alto Luger

Sunday, June 23, 2019 - 19:00
Kategori Rubrik: