Salah Kaprah Ideologi

ilustrasi

Oleh : Naldy Sinuhaji

Saya kadang tertawa geli saja ketika ada banyak sekali saya baca tulisan orang-orang yang isinya :
PKI (komunis) itu atheis (tidak bertuhan) dan tidak mengenal agama.

Dalam hati, saya berguman cekikikan, "Ini orang konyolnya kok lucu banget ya, sejak kapan ideologi politik non agama menganut agama tertentu atau meyakini tuhan tertentu."

Sekarang kalau mereka saya tanya balik, ideologi liberal itu agamanya apa? Lalu tuhannya siapa?
Pasti tidak bisa jawab tuh orang-orang yang doyan teriak komunis atau PKI.
Tapi kenapa liberal tidak diteriakin hal konyol yang serupa, liberal tak bertuhan dan tak beragama?

Agamanya apa, beragama tidak beragama, Tuhannya siapa, bertuhan tidak bertuhan, ya itu tergantung individu manusia-manusianya, tidak ada sangkut pautnya dengan ideologi politiknya.

Lalu pertanyaan lanjutan tentang ideologi Pancasila agamanya apa?
Tentu saja juga tidak ada agamanya karena Pancasila itu adalah ideologi bangsa Indonesia, bukan agama. Jadi mau beragama dan berkepercayaan apapun bebas-bebas aja.

Lalu ideologi Pancasila itu tuhannya siapa?
Jawaban sederhananya : mau menuhankan siapa aja dan menuhankan apa aja juga dijamin kebebasannya.

Sama seperti ideologi-ideologi non agama lainnya juga membebaskan para pengikutnya untuk memilih tuhan, agama atau aliran kepercayaannya masing-masing.

Sebagai contoh, ada orang yang memiliki kepercayaan bahwa uanglah maha segala-galanya sehingga setiap urusan pasti beres dengan mengandalkan keuangan yang mahakuasa. Orang tersebut menuhankan uang dalam setiap aspek kehidupannya.

Apakah orang tersebut salah atau benar? Baik atau buruk?
Jawabannya ya relatif tergantung nilai-nilai kebenaran yang dianut oleh masing-masing individu berdasarkan kepercayaan atau agamanya.

Lalu pertanyaan berikutnya, apakah orang tersebut bisa dihukum di negara berideologi Pancasila ini karena bertentangan dengan ideologi Pancasila?
Itu pasti tidak bisa, karena ketuhanannya terhadap uang tidak melanggar hukum dan tidak merugikan orang lain.

Jadi sudah jelas bahwa orang-orang yang doyan teriak PKI maupun komunis memang tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang apa yang diteriakkannya.
Bagi kita orang-orang waras yang menggunakan akal sehat, cukuplah memaklumi bahwa saudara-saudara kita tersebut sedang diprovokasi oleh suatu kekuatan lama yang ingin berkuasa dan ingin kembali menggarong sumber daya alam bersama asing seperti dulu saat bangsa ini mengalami kepahitan puluhan tahun.

Para pejuang reformasi di tahun 98 sudah berhasil menurunkan kekuatan jahat tersebut. Sudah sewajarnya kita juga wajib berjuang agar kita tetap menjaga persatuan supaya kekuatan lama tersebut tidak bisa memprovokasi kita lagi, lalu mengadu domba sesama anak bangsa.

Seorang tokoh Islam terkemuka Indonesia, Muhammad Natsir pernah mengatakan :
"Kalau memang saudara-saudara merasa tidak berminat akan politik, biarlah tidak usah berpolitik. Tetapi saudara-saudara jangan buta politik. Kalau saudara-saudara buta politik, maka saudara-saudara akan dimakan oleh politik."

Kiranya ucapan beliau bisa memberi kesadaran bagi setiap anak bangsa untuk lebih peduli lagi dalam menyadarkan saudara-saudara kita agar tidak buta politik, lalu mengerahkan energinya demi kemajuan bangsa ini, bukannya malah diadu domba oleh hoax PKI, lalu menghabiskan energi untuk teriak-teriak PKI yang kita tahu sudah terlarang sejak Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966.

Salam Persatuan!

Sumber : Status Facebook Naldi Sinuhaji

Saturday, May 30, 2020 - 11:45
Kategori Rubrik: