Salah Kaprah Filosofi

Oleh: Alia Shahnaz

 

Reynhard Sinaga dapat dibilang sangat kejam tetapi "tidak terlalu kejam". Sangat kejam karena dia memperkosa banyak sekali lelaki ganteng nan tampan lagi gagah. "Tidak terlalu kejam" karena dia tidak melukai atau membunuh korban-korbannya yang tidak berdaya. Bahkan para korban tidak menyadari bahwa mereka adalah korban pemerkosaan yang keji.

Para korban benar-benar hanya tahu bahwa mereka korban setelah diberitahu polisi dengan bukti berbagai foto lengkap dengan videonya. Baru setelah tau inilah para korban merasa shock, stress, malu, jijik, sangat sakit hati, trauma bahkan depresi.

 

RS menerapkan filosofi jawa yg luhur dengan salah kaprah - ngalahake tanpo ngasorake - yg kurang lebih artinya mengalahkan tanpa yg kalah merasa kalah dan terhina. Para korban diperdayai sedemikian rupa tanpa merasa sedikitpun diperdayai. Mungkin sebagian besar korban malah berterimakasih kepada RS saat di siang hari terbangun di apartemen RS. Minimal para korban merasa tidak enak hati kepada RS karena saat mabuk tertidur di kamar RS. RS pun dengan muka yg sok mulia "memaafkan dan memaklumi" para korbannya

Saat sampai di rumah para korban merasa badannya cape-cape, pegel linu juga memaklumi sebagai akibat mabuk-mabukan. Saat mereka buang air besar dan berdarah mereka berpikir mungkin ada gejala ambeien atau mungkin benturan organ dalam saat mabuk atau berpikir "makan apa ya aku semalam, kok sampai BAB berdarah??". 
Dan merekapun segera melupakan kejadian tersebut sebagai kejadian buruk atau kekonyolan yang wajar. 

Terkutuklah di neraka dunia-akherat wahai RS!

 

(Sumber: Facebook Alia Shahnaz)

Friday, January 10, 2020 - 00:00
Kategori Rubrik: