Salah Fatal Zainal Wartawan Tempo, Klaim Hoax Soal PCR Versi Moh Indro

ilustrasi

Oleh : Nurul Indra

Zainal Ishaq wartawan tempo mengklaim statement Moh Indro Cahyono soal PCR tidak bisa membedakan virus hidup dengan virus mati sebagai hoax. Dia melakukan konfirmasi dengan cara mewawancarai Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia, Berry Juliandi, Guru Besar Universitas Airlangga sekaligus Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation (PNF) Chairul Anwar Nidom, dan merujuk pada pernyataan Andrew Preston, ahli biologi dan biokimia dari Universitas Bath, Dilansir dari media online Guardian.

Pertama, untuk mengetahui apakah PCR bisa membedakan virus hidup dengan virus mati, tentunya dengan cara membuktikan. Pembuktian dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Pembuktian langsung dilakukan dengan cara terlibat langsung pada pengujian di lab. Yaitu, menguji virus mati pada PCR apakah terdeteksi atau tidak. Tidak sanggup? Baiklah, buktikan dengan cara tidak langsung.

Pembuktian tidak langsung, jika hal itu berupa teori ilmiah yang sudah dipublikasikan, gampang saja. Konfirmasi melalui publikasi hasil penelitian sebagai sumber bukti tertinggi atau tervalid. Gak perlu wawancara ahli, wong sudah ada publikasi resminya.

Klaim hoax wartawan tempo Zainal Ishaq itu sudah di d debunk Simon David Monty. Hasilnya, terbukti Zainal sangat ngawur. Silahkan baca sendiri di sini penjelasannya.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3710331958981413&id=100000139368193

Intinya, begini :

1. Hal yang disampaikan Moh Indro soal PCR TIDAK BISA BEDAKAN VIRUS HIDUP DENGAN VIRUS MATI itu BENAR BUKAN HOAX.

2. Hal yang disampaikan para narasumber (Beny, Nidom dan Andrew Preston JUGA BENAR.

3. Antara Moh Indro, Beny, Nidom dan Andrew Preston SEPAHAM SOAL PCR TIDAK BISA BEDAKAN VIRUS HIDUP (AKTIF) dengan VIRUS MATI (INAKTIF).

"SEPANJANG SAMPEL YANG DIAMBIL ADALAH VIRUS AKTIF YANG BERADA DI DALAM SEL, " (beny).

Paham kan maksud kalimat di atas, ZAINAL?

4. SALAHNYA YAITU, ZAINAL GAGAL PAHAM DENGAN PENJELASAN MEREKA. Tidak tahu apakah Zainal sengaja (JAHAT) atau ga sengaja (BODOH).

5. tentang diksi VIRUS HIDUP dan VIRUS MATI yang dipakai MOH INDRO adalah, dia hanya memakai bahasa sederhana atau untuk menjelaskan VIRUS AKTIF INAKTIF kepada awam.

Berdasarkan hal di atas, gw mendukung Moh Indro Cahyono untuk melaporkan ZAINAL dan menuntut media tempo agar jadi pelajaran bagi siapapun, kalo ga mampu nge debunk hoax itu ga usah soktau.

Sumber : Status Facebook Nurul Indra

Friday, July 31, 2020 - 19:15
Kategori Rubrik: