Saifuddin Zuhri-Lukman Hakim Saifuddin-Poligami Soekarno

Oleh: Muhammad Ilham Fadli
 

Sebelum menjadi Menteri Agama RI., Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya dikenal sebagai politisi PPP (dari kubu : Romahurmurzy). Beliau dikenal sebagai figur Menteri Agama yang inklusif, karena itu, banyak apresiasi dan tidak sedikit pula yang mengkiritiknya – bahkan “mencibir”nya.

Siapa Lukman Hakim Saifuddin, sebenarnya ?. 
Silahkan berselancar di "dumay" – maksudnya : Dunia Maya, semua data tentang Lukman Hakim akan diketahui. Baik yang bersifat ensiklopedis, biografis maupun analisis subjektif-objektif tentang beliau. Namun yang pasti, Lukman Hakim Saifuddin bukan dari kalangan rakyat biasa. Ia ibarat Megawati yang memiliki sumber kekuasaan genetik Soekarno, seumpama Perdana Menteri Malaysia Dato’ Nadjib Tun Razak yang dibelakang namanya terdapat nama ayahnya – salah seorang "founding father's" Malaysia, Tun Abdul Razak, atau sepupunya Menteri Utama Malaysia Hishamuddin Onn anak dari bekas Perdana Menteri Malaysia Tun Hussein Onn, putera dari pendiri UMNO Tun Onn Ja’far (terima kasih koreksi dari Bapak Sutan Ma'ruf) .... atau semisal Presiden Filiphina, “si bujang lapuk” Benigno Aquino Jr. yang merupakan putra dari pasangan politisi paling beken di Filiphina, berayahkan mendiang Senator Benigno “Ninoy” Aquino dan beribukan Corazon “Cory” Aquino.

 

 

Banyak lagi bila dirunut satu demi satu, politisi yang beruntung memiliki “sumber kekuasaan” bersumberkan trah-genetik ini, baik ditingkat nasional ataupun lokal. Biasanya, satu demi satu keturunan dari seorang tokoh akan membentuk tentakel dalam ranah politik. Dan masing-masing keturunan tersebut akan berusaha melakukan napak tilas perjalanan politik ayah ataupun kakek mereka. Lukman juga demikian. Beliau “menapaktilasi” perjalanan historis ayahnya, KH. Saifuddin Zuhri, Menteri Agama RI pada era Soekarno. Bahkan, Kiai NU ini dikenal sebagai salah seorang Menteri kesayangan si Bung Karno nan flamboyan itu. Ulama, pendidik sekaligus pedagang beras ini menjadi “langganan tetap” Menteri Agama era Soekarno : Kabinet Kerja III, Kabinet Kerja IV, Kabinet Dwikora I, Kabinet Dwikora II dan Kabinet Ampera I. Duhai ........ !!

Ketika saya menjadi mahasiswa pada tahun pertama sekitar tahun 1993, saya pernah memiliki satu buku tentang Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia. Judulnya saya sudah lupa karena sudah cukup lama saya tak tahu dimana lagi buku tersebut saya letakkan. Mungkin sudah hilang, tapi yang pasti, buku kecil berwarna hijau seukuran saku tapi tebal tersebut, menjadi buku paling favorit saya ketika mahasiswa, sehingga saya ingat, buku itu menjadi buku yang halaman demi halamannya sudah banyak yang terlepas, karena sering saya buka-baca. Buku yang saya beli di pasar loak lantai II Pasar Raya Padang ini sekitar tahun 1993 tersebut, saya pastikan bila bertemu, pasti sudah lusuh. Siapa pengarang buku tersebut ? ..... ia adalah Saifuddin Zuhri yang bergelar KH.

Mengapa Saifuddin Zuhri menjadi salah seorang menteri kesayangan Soekarno ?

..... Ternyata, disamping KH. Saifuddin Zuhri ini dikenal sebagai orang pintar, ulama besar, akademisi dan orang kaya “rendah hati”, KH. Saifuddin Zuhri-lah yang selalu menjadi penghulu bagi Soekarno di setiap Soekarno melakukan Ijab Qabul, selama Soekarno menjadi Presiden RI. Konon, ini dilakukan berulang kali secara takzim oleh beliau.

Mengapa berulang kali ?
... karena Soekarno berulang kali pula menikahi perempuan-perempuan cantik

 

(Sumber: Facebook M Ilham Fadli)

 

Thursday, June 29, 2017 - 17:00
Kategori Rubrik: