Sadar Berhijab

ilustrasi
Oleh : Jumrana Sukisman
 
Saya berjilbab sejak tahun 1994 sampai sekarang karena ikut kajian. Selama saya berjilbab, tak pernah mendengar istilah jilbab 
Syar'i hingga kemudian akhir2 ini menjamur dan menjadi trend mode. 
 
Dulu yg kami kenal adalah pakaian syar'i. Pakaian berupa jubah longgar dan jilbab panjang menjulur menutupi dada hingga pinggang dengan warna gelap dan tanpa motif. Biasanya hitam, coklat, biru, atau abu. Saya dulu pernah mengenakannya.
 
Apa yg sekarang disebut jilbab syar'i itu tak lebih merk dagang dengan berbagai model. Saya ingat awal istilah ini berkembang, Seseorang dulu gemar menyebarkan istilah ini dlm berbagai ceramah, tak lama model baju ini yg sepasang dgn jilbabnya dilempar ke pasaran, dan menjadi tren. Menjadi kiblat model baju muslim d Indonesia. You know lah.
 
Bukan berarti sy mengecam jilbab syar'i ini, hanya saja mubazirnya minta ampun. Bayangkan saja, lebar bawah sebuah dress bisa 3,5-sampai 4 meter dan menyapu lantai. Panjang jilbabnya yg kadang menjuntai ke betis kayak model pinguin itu. Seringkali membuat celaka. Pernah ada kejadian ujung dress yg masuk ke sela ekskalator d mall, atau masuk ke rantai dan gir motor. Bahkan pernah ada kecelakaan karena ujung jilbab masuk k gir motor.
Tapi soal.pakaian itu pilihan, silahkan saja. Hanya sy seringkali heran dengan org yg menganggap hijrah itu berarti memakai jilbab syar'i nggak sesederhana itu. Hijrah itu tentang perubahan spiritualitas seseorang yg ditunjukkan dengan perilaku dan lelaku, bukan dgn mode pakaian. Krn jilbab syar'i yg banyak dipromosikan itu hanya salah satu interpretasi terhadap bentuk pakaian yg 'katanya' sempurna. 
 
Yang lebih menyesakkan itu justru kelakuan sebagian yg ketika sdh berhijab 'sempurna' merasa lebih taqwa dari yang lain dan mencela muslimah yg belum mampu berhijab. Dulu sy berhijab krn senior-senior di kos saya sangat lembut, welas asih, tdk sok alim, tdk menggurui, tidak menyuruh2 berhijab, apalagi menyindir. Sy tertarik berhijab krn ingin spt mrk. Muslimah yg memiliki Akhlakul Karimah, berbudi luhur.
 
Sumber : Status Facebook Jumrana Sukisman
Saturday, June 22, 2019 - 16:00
Kategori Rubrik: