Saatnya Jokowi Menjawab

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Selama ini Presiden Jokowi cenderung diam, semua serangan, fitnahan, cacian, dan hinaan selalu dijawab dengan kerja kerja kerja, dan itu memang luar biasa hasilnya. Negeri ini makin maju, dan dilain sisi lawan politik makin panik, hingga melakukan serangan yang tak berbasis data, bahkan ada yang berdasarkan cerita fiksi.

Namun bila ini didiamkan tentu sangatlah meresahkan bagi yang paham, karena bukan saja menyesatkan masyarakat, juga cenderung makin melebarkan polarisasi yang mulai terbentuk sejak Pilpres 2014 lalu. Berbagai isu murahan terus menerus digulirkan hanya untuk mendeskreditkan Jokowi. Seolah kepemimpinan Jokowi itu gagal dan harus diganti presiden yang baru.

Padahal sebaliknya justru Jokowilah presiden pertama yang membangun Indonesia secara merata dan moderat. Sedangkan calon penggantinya sudah berbuat apa bagi negeri ini, prestasinya apa, dan jaminannya apa. Kalau hanya sekedar pandai retorika rasanya banyak kembarannya. Kalau yang pandai ngaku-ngaku hebat juga banyak wujudnya.

Usang sekali bila di era kompetisi global seperti ini belum bisa bersaing secara sehat, atau adu gagasan, malah menerapkan politik identitas yang berujung menyesatkan rakyat. Betapa tidak Indonesia yang berhutang sejak era orde lama, dan ratio hutang terbesar ada di era SBY, tapi justru Jokowi yang disebut raja hutang. Isu bocor 1000 trilliun pertahun diulang lagi, padahal yang benar 11 ribu trilliun uang pengusaha yang disimpan di luar negeri.

Belum lagi isu bodoh tentang PKI yang nggak masuk akal sehat, lalu isu Indonesia bubar tahun 2030, hinggu isu picisan ganti presiden dengan kaos, mug, dan gelang karet, tapi tak punya yang dibanggakan. Ditambah isu asing aseng, tapi lucunya yang teriak asing aseng justru sibuk berurusan dengan asing aseng.

Semua ini apa-apaan? Elite politik terlalu sibuk berfikir kekuasaan dan hanya berfikir mengalahkan Jokowi, tapi tak ikut berkontribusi bagi bangsanya, bahkan cenderung nakut-nakutin rakyatnya. Padahal negeri ini masih memerlukan presiden yang merakyat dan mau bekerja keras dengan penuh optimisme, dus bukan presiden yang munafik dan hanya bisa retorika tanpa prestasi.

"Salam NKRI Gemilang"

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Sunday, April 8, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: