Saatnya FPI Meniru HTI

ilustrasi
Oleh : Makinuddin Samin
Saranku untuk ex-FPI sederhana: tak usah patah arang, santai saja, Bumi Allah ini luas. Jika dilarang dan tak boleh lagi berkegiatan di Indonesia, dirikan dan bentuk saja di Jerman. Anggap perpindahan ke Jerman sebagai implementasi konsep "Hijrah". Kabarnya pihak Jerman sudah datang ke Petamburan.
Sebagai organisasi yang sama-sama memperjuangkan Islamisme, tirulah Hizbut Tahrir Internasional (HTI) yang katanya juga menerapkan konsep Hijrah. HTI besar karena berani pindah negara.
Dulu HTI juga tak bisa bernapas di negara tempat asalnya, Palestina. Tapi Taqiuddin Annabani (pendiri HTI) tak kurang akal meskipun organisasinya dilarang oleh mayoritas negara Arab dan Timur Tengah. HTI didirikan lagi di Beirut-Lebanon sebagai kantor pusat, dan memindahkan pusat komando aktivitas organisasinya di London-Inggris.
Sebagai organisasi yang sama-sama memperjuangkan Islamisme, FPI dan HTI memiliki sejumlah kesamaan. Dulu HTI juga tak diterima di negara asalnya, sekarang organisasi transnasional itu memiliki kantor di 45 negara. Dulu HTI juga organisasi politik yang kecil, juga lahir dari kekecewaan terhadap praktik politik seperti halnya FPI. Jadi mencoba peruntungan di Eropa seperti HTI adalah peluang besar.
Jerman mungkin tempat yang tepat bagi tegak dan berkembangnya FPI Internasional. Di sana, FPI dijamin tak akan dibebani syarat harus menyebut Pancasila sebagai azaz organisasi dalam AD/ART. Jadi menunggu apalagi? Selamat berjuang ikhwana.
Sumber : Status Facebook Makinuddin Samin
Wednesday, January 27, 2021 - 17:15
Kategori Rubrik: