Saat Semua Ulama Merapat Ke Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Masruri Arif

Rumongso...

Dulu saya takzim kyai SAS. Seorang kyai yang daya hafalnya diatas rata-rata. Hafal banyak referensi kitab klasik dan modern. Tapi karena beliau begitu, akhirnya saya tinggalkan.

Dulu saya mengagumi UAS, semua kajiannya saya simak. Tapi belakangan saya tahu ternyata begitu, perlahan saya tinggalkan dia...

Dulu saya mengagumi AA Gym, semua kajiannya saya ikuti, sampai saya tahu ternyata ia begitu, saya tinggalkan dia.

Dulu saya kagum sama Tuan Guru Bajang, seorang doktor hebat, lulusan timur tengah, hafal 30 juz. Tapi saya tinggalkan setelah tahu, ternyata begitu.

Dulu saya pengagum cak Nun. Gaya bicaranya lepas. Logikanya menembus batas. Njeketek, saya tinggalkan lantaran ia begitu.

Dulu saya kagum berat sama kyai Idrus. Seorang kyai lulusan pondok pesantren yang keilmuannya tak kalah dengan lulusan timur tengah, bahkan lebih. Belakangan saya tinggalkan lantaran begini dan begitu.

Dulu saya kagum kyai Nadirsyah Hosen, tapi karena begitu, saya tinggalkan juga. Beralih ke kyai Hamid Fahmy Zarkasyi, tak lama saya tinggalkan juga.

Masih banyak ulama yang kemudian saya tinggalkan hingga pada akhirnya tinggallah saya sendiri yang PALING BENAR. Semua salah! Kyai salah, ustadz salah, profesor salah, doktor salah, pemimpin salah, pemerintah salah, semuanya salah.

Saya sendiri... 

Kawan, kamukah "saya" itu?

#KopiPagi

Sumber : Status Facebook Masruri Arif

Saturday, July 7, 2018 - 12:30
Kategori Rubrik: