Saat Roy Suryo Banyak Kritik Tapi Minim Prestasi

Oleh : Nadia

Perhelatan Asian Games 2018 telah berakhir dengan sukses dan membanggakan bangsa Indonesia.  Sebagai tuan rumah,  jauh-jauh hari Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mempersiapkan Asian Games 2018 dengan matang, cermat, penuh perhitungan, terukur dan sangat terencana. Alhasil acara pembukaan. Pelaksanaan sampai penutupan Asian Games menuai pujian. Prestasi para atlet juga sangat membanggakan, berhasil  mengumpulkan 31 emas melewat target semula yang  16 emas .
Meskipun menuai pujian, tetapi ada saja orang-orang yang nyinyir dan tetap merasa  kurang dari raihan perhelatan akbar 4 tahunan ini. Salah satunya Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Roy Suryo yang berulang kali mengkritik Jokowi selama Asian Games 2018. Nyaris dari awal Asian Games sampai perhelatan tersebut berakhir tak luput dari kritikan mantan  Menpora di era SBY ini.
Roy mengkritik Jokowi memakai pemeran pengganti (stuntman) dalam pembukaan Asian Games 2018.
"Meski semalam saya tahu itu hanya bersifat 'entertainment' saja, namun sebaiknya etika dalam penayangan di televisi dilakukan, apalagi ini melibatkan sosok orang pertama (Presiden) di republik ini," ujar Roy Suryo dalam akun Twitter-nya, Minggu (19/8).

Tak cukup sampai di situ, Roy kembali  mengkritik pelukan Jokowi-Prabowo di Arena Pencak Silat. Dia menilai Asian Games 2018 menjadi panggung pencitraan politik demi kemenangan di Pilpres 2019. Indonesia menunjukkan kemampuan dengan raihan medali di Asian Games 2018 ini. Indonesia mampu menempati posisi keempat.

"Ini sekaligus juga warning bagi kita agar jangan cepat puas dan berbangga diri, apalagi jadi jemawa atas hasil Asian Games sekarang, apalagi malah menjadikannya ajang pencitraan politik untuk kepentingan 2019," kata Roy lagi. Menurutnya pencapaian gemilang Indonesia di Asian Games 2018 kali ini juga didukung faktor tuan rumah, sehingga Indonesia diuntungkan.

Soal target 16 medali emas, Roy berkomentar “Optimis perlu namun harus realitis juga.” Belakangan ketika pada akhirnya target medali emas melampaui target, Roy ngeles dengan berkomentar kalau ungkapan pernyataan pesimis untuk memacu para atlet Indonesia agar lebih ekstra bekerja keras.
Pun ketika ajang penutupan ia kembali berkomentar akan ketidakhadiran Jokowi karena melawat ke korban gempa di Lombok. Ia  menyayangkan kalau nanti Presiden @Jokowi masih saja Show-Off dgn VideoConference (apalagi menyebut2 “di Lokasi Bencana”)

Dari komentar-komentar Roy Suryo tersebut terlihat rasa iri, kegundahan  atas keberhasilan penyelenggaraan dan prestasi yang di raih pada  Asian Games 2018 Ajang Asian Games 2018 Mungkin Roy Suryo membandingkan perolehan medali saat era SBY menjadi presiden selama 2 periode (10 tahun) yang minim  prestasi. Coba di ingat kembali, saat SBY menjabat  presiden, kontingen Indonesia  hanya  berhasil membawa  10 emas dalam tiga event Asian Games dari 2006, 2010, sampai 2014. Tragisnya lagi, kala event olahraga tersebut ada tiga Menpora yang ditunjuk SBY yaitu  Adhyaksa Dault, Andi Malarangeng, lalu Roy Suryo sendiri.
Lantas, apa saja kerjaan ketiga Menpora tersebut sampai prestasi atlit dalam 3 event Asian Games tidak memuaskan? Kalah jauh sama satu orang  Menpora di era Jokowi ,  Imam Nahrawi yang  berhasil mendulang  perolehan medali  emas mencapai 31 keping .

Sebelum membiarkan mulut besar-nya terus melontarkan kritik, mestinya  Roy Suryo  mengingat kembali prestasi apa dari kinerjanya selama menjabat sebagai Menpora periode yang lalu. Sehingga tidak memalukan dirinya sendiri dan partai yang menaunginya. **

Wednesday, September 5, 2018 - 10:00
Kategori Rubrik: