Saat Rocky Gerung Offside

Oleh: Muhammad Jawy

Saya termasuk yang bersuara bahwa Ahok sudah offside, tidak hanya dalam ceramah di Kepulauan Seribu. Buat saya, di forum publik, kita harus berhati-hati untuk tidak masuk dalam ranah agama pihak lain.

Demikian juga saya menilai Habib Rizieq Shihab offside dalam banyak kesempatan. Termasuk ketika mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, yang bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Termasuk Rocky Gerung yang juga offside, menyebut kitab suci adalah fiksi. Bahkan ia menyebut kitab suci tidak factual.

"Kalau saya tanya kitab suci itu fiksi atau fakta? Anda mau jawab apa? Is it factual? Enggak." (RG)

Sebagai muslim, saya mengimani Zabur, Taurat, Injil dan Quran, semuanya adalah kitab suci. Dan kitab suci yang saya pegang, Quran sebagai kitab yang dipercayai oleh milyaran muslim di dunia, bukanlah fiksi, melainkan Kalamullah yang isinya diyakini kebenarannya. Milyaran manusia bersusah payah belajar untuk membacanya, menghafalnya, mengamalkannya. Tak terhitung pula jasa para ulama pendahulu yang bekerja keras untuk menuliskan, mentafsirkan, sehingga hingga kini Quran terus terpelihara untuk dijadikan bahan pelajaran.

Bagi yang menyetujui bahwa Quran, salah satu kitab suci, sebagai fiksi, ini ibarat mereka yang menyebut Quran sebagai makhluk. Sebuah pernyataan sesat yang ditolak oleh para Imam Besar, bahkan Imam Ahmad rela dipenjara dan disiksa karena menolak kalimat tersebut.

Namun saya juga tidak sependapat dengan tindakan pelaporan Rocky Gerung ke polisi, karena saya percaya bahwa penegakan hukum adalah tindakan last resort. Kayak kita nggak punya penyelesaian cara adat yang guyub saja?

Sumber : facebook Muhammad Jawy

Thursday, April 12, 2018 - 16:45
Kategori Rubrik: