Saat Refly Harus Kehilangan Marwah Intelektualitasnya

Saat beberapa waktu lalu Menteri BUMN Erick Thohir mencopot laki-laki kelahiran Palembang, 26 Januari 1970, dari jabatan Komut PT Pelindo I, saya sama sekali tidak kaget. Karena menurut saya memang sudah saatnya dan pantas untuk diganti. 

Setelah itu saya berharap Refly Harun bisa legowo dan kembali ke habitat lamanya sebagai seorang ahli tata negara. Dan kembali memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang ilmu dan praktik ketatanegaraan di negeri ini. Tapi harapan tinggal harapan, saya seolah sedang menggantang asap. Yang saya temui cuitan pertama Refly Harun di akun twitternya begitu sarkastik dan terlihat dia tidak terima dan tidak legowo dicopot dari jabatannya.

Secara ekonomi, lengser dari jabatan Komut pasti berpengaruh signifikan pada penghasilan bulanan dan fasilitas yang diterima. Dan kelihatannya Refly cukup terpukul dengan hal tersebut. Jejak sebagai seorang intelektual seolah lenyap digilas hilangnya rupiah. Hmmm

Dan marwah Intelektualitasnya semakin terlihat nyungsep saat dia mulai nyinyir dengan kualitas nyinyiran sekelas Fadli Zon atau Natalius Pigai. Tidak berbobot dan terkesan komentar kaleng-kaleng. Dia nyinyir mentertawakan Presiden tentang istilah mudik dan pulang kampung. Dia juga mengatakan larangan mudik terkait pencegahan penyebaran covid-19 itu melanggar Hak Azasi Manusia (HAM). Dan nyinyiran lain yang membuat perut kita mules.

Sakit hati karena dipecat dan kehilangan penghasilan ratusan juta ternyata bisa mengubah kualitas dan kelas seseorang. Rasa tahu diri dan instrospeksi diri ternyata bisa lenyap tak berbekas dari seseorang yang telah kehilangan jabatan. 

Itu juga yang saya lihat dari sosok Refly Harun saat ini. Padahal saat di luar pemerintahan, saya berharap dia bisa menjadi ilmuwan dan intelektual yang netral dan obyektif yang bisa mengkritisi Pemerintah dengan pendapat dan masukan yang cerdas dan bernas. Bukan nyinyiran yang tidak berkelas.

Kalau begini apa bedanya dia dengan Rizal Ramli, Andi Arief dan Said Didu ? Sayang sekali……

Salam SATU Indonesia
28042020

 

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *