Saat Prabowo Salah Ucap Asma Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW

Oleh : Mahesa Jenar

Saat berpidato dalam acara reuni alumni 212 awal Desember 2018, Prabowo salah mengucapkan yang seharusnya "Rasulullah Sallaallahu Alaihi Wassalam", namun diucapkan menjadi “Rasulullah Sallaallahu hulaihi wassalam.”
Selain daripada itu dikesempatan lainnya juga salah melafalkan "Allah Subhanahu Wa Ta’ala" menjadi “Allah Subhanahu watuulo”

Itulah Prabowo dengan pengucapan asma Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW dengan tidak benar, dimana hal itu adalah sesuatu yang fundamental bagi orang yang mengaku Muslim. Semisal orang Gerindra menyebut junjungannya dengan Prabono Sugianto sudah pasti akan dapat bonus lemparan HP atau dilempar ke kandang kuda.

Pada dasarnya sesuatu yang berbau Islam memang kurang akrab dalam kehidupan keseharian Prabowo yang sedari kecil tumbuh dalam keluarga yang dominan nuansa kristiani. Prabowo sendiri baru masuk Islam menjelang perkawinan dengan Titiek Soeharto. Wallahualam.

Konon beberapa tahun lalu saat berkunjung ke kantor PBNU, pada waktu masuk sholat, Prabowo didaulat menjadi imam sholat, justru dia minta Yenny Wahid yang menjadi imam, dengan dalih katanya Yenny anak Kyai !!!. Sekali lagi ini bukan salah Prabowo, karena memang dia tidak menguasai pengetahuan tentang Islam.

LALU SALAH SIAPA ???
Yang salah adalah para ulama peserta Ijtima Ulama, bagaimana mungkin memberikan amanah kepada Capresnya menjadi pemimpin di negara mayoritas muslim namun tidak mempunyai pengetahuan agama Islam yang layak.

Yang salah adalah para elite GERINDRA, PKS dan PAN yang katanya mengaku sebagai partai Allah namun mencalonkan seseorang untuk menjadi Presiden tapi calonnya tidak memadai sebagai seorang muslim yang sewajarnya.

Sungguh sangat disayangkan pada moment besar reuni 212 yang dibanggakan ternyata Prabowo membuat blunder mempermalukan dirinya sendiri di muka umum secara berjamaah dan terbuka.

Kasihan Prabowo dipaksakan menjadi muslim, mari do'akan semoga bertaubat dan memilih agama yang diyakini oleh dirinya sendiri. Untung saja gelar Ulama belum sempat disematkan, meskipun pasangannya dipilpres sangat bangga mendapat gelar kehormatan Ulama dadakan Al Ustadzt Alkadursy Salahudin.

Salam secangkir kopi hitam Indonesia

Sumber : facebook Mahesa  Jenar

Wednesday, December 12, 2018 - 19:30
Kategori Rubrik: