Saat Pimpinan Umat Beragama Saling Silaturrahim

Ilustrasi

Oleh : Asrida Ulinuha

Kemarin lusa saya diajak Takmir Masjid Agung Jawa Tengah, Bapak Fatquri Buseri, untuk takziah. Ayahanda dari Pendeta Sediyoko belum lama ini berpulang. Bapak Pendeta Sediyoko sendiri merupakan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Kristen Kota Semarang.

Saya ingat Pak Fatquri dalam pengantar kepada tuan rumah mengatakan, dalam budaya Jawa ada tiga hal yang merekatkan orang per orang; yaitu 'njagong' atau menghadiri acara selamatan/perayaan, kemudian 'takziah' atau menghadiri acara kematian, dan terakhir 'bezoek' atau mengunjungi orang sakit.

Pada kunjungan lusa itu, sejatinya adalah kunjungan biasa kawan antar kawan. Saling silaturahim, mengenalkan kawan baru, bergurau. Yang kami guraukan adalah apa yang ada di sekitar kami, termasuk yang terkait agama. Hanya saja kami membicarakan kelucuan yang ada di agama masing-masing saja, karena kami lebih paham itu. Kami belajar dari para pelawak yang mengolok-olok diri sendiri, bukannya orang lain.

Ajakan Pak Fatquri membuat saya terkenang. Saat masih remaja saya tinggal di rumah adik dari bapak. Bulik kerap mengajak saya kunjungan kesana-kemari, itu menjadi pelajaran yang sangat baik dalam bersosial. Hal-hal tersebut menjadi pengingat bahwa kita bukan apa-apa tanpa siapa-siapa.

Pada kesempatan selasa lalu sayangnya Pak Harjanto Halim berhalangan hadir karena ada urusan yang tidak dapat ditinggalkan. Namun saya ingin anda tahu bahwa kerukunan antar ras dan agama masih terjalin begitu baik, di Semarang.

Hal semacam ini semula bagi saya biasa saja. Sesuatu yang banal karena sudah menjadi rutinitas sejak lama. Namun mengingat kegaduhan sebagaimana yang tampil di media. Saya jadi terpikir untuk menyampaikannya.

Apabila punya cukup waktu mencermati dengan sungguh-sungguh, tampaklah benar mana yang beragama secara matang dan mana yang euforia.

Saya menuliskan ini untuk anda sebagai sebuah kabar berimbang dan jawaban atas pertanyaan, bagaimana kondisi kerukunan beragama di Indonesia sesungguhnya? Jawabannya adalah masih teramat baik dan indah. Ini realita yang harus anda tahu.

Sumber : Status Facebook Asrida Ulinuha

Thursday, February 15, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: