Saat Pengkhianat Mau Kembali

ilustrasi

Oleh : Han Dyani

Pendapat saya tentang militan ISIS eks WNI mereka adalah penghianat bangsa dan negara.

Kenapa saya bilang begitu? karena mereka sewaktu jadi anggota ISIS sudah membakar KTP, KK, Paspor Indonesia. Jadi untuk apa membela penghianat.

Sudah seharusnya militan ISIS eks WNI ditolak. Jangan tertipu rasa kasihan, HAM atau apalah.

ISIS itu nggak punya hati nurani dan rasa kasihan waktu menganiaya, menyiksa, membunuh, memenggal kepala orang dengan sadis nya.

Akan menjadi bom waktu jika mereka dipulangkan ke Indonesia. Mereka itu penjahat kemanusiaan yang sudah terkontaminasi dan terdoktrin dengan ajaran teror, teologi horor, dan doktrin error.

Sekarang mereka minta pulang ke Indonesia? Mereka mengiba, memohon, memelas karena disana terlantar dan sudah kalah.

Jika mereka menang pasti siapapun yang berseberangan akan dibantai. Mereka itu pemberontak di negeri orang.

Menampung mereka sama saja dengan Indonesia mendukung pemberontakan di negara lain. Biarlah mereka diadili sesuai hukum yang berlaku disana.

Sampah plastik atau kertas masih bisa di daur ulang. Sedangkan sampah negara seperti gerombolan ISIS mereka semua itu penjahat perang dan kemanusiaan.

Jangan menampung penjahat di Republik ini. Mereka sudah berkhianat kepada bangsa dan negara. Nggak usah lah diurusin.

Lebih baik urusi anak bangsa yang hidup susah butuh bantuan pemerintah supaya lebih berdaya, bisa sejahtera hidupnya dan bisa membangun bangsa ini kedepan.

Perhatikan juga serta bantu TKI yang terlantar di negara lain, karena TKI sudah jelas menghasilkan Devisa buat negara.

Kalau ngurusi dan menampung militan ISIS eks WNI itu namanya cari penyakit dan musibah buat negeri ini.

Tolak Militan ISIS Eks WNI.

Sumber : Status Facebook Aldira Maharani

Saturday, February 8, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: