Saat Pendukung Prabowo Sandi Mentertawakan Tol Langit

ilustrasi

Oleh : Dahayu

Ketika Jokowi berbicara soal tol laut, UAS yg tampan itu mengejek bersama jamaahnya dengan kata2 begini: hebat, hebat ngayalnya. Lalu jamaahpun tertawa dengan kampretnya. Untunglah dia sekarang sudah ga kampret lagi, meski aku tetep ga sudi denger pengajiannya. Mending ngrungokke Metallica. Diunekke kapir mbok ben.

Semalem, sebelum tidur, ketika KMA menyebut tol langit, mereka tertawa mengejek. Kumpulan orang2 pesimis, kudet, gaptek yg ga paham unicorn dan tidak tau internet cepat untuk apa, tapi terus menerus memaksa untuk membeli indosat yg lelet dan bangkrut. Padahal kita sudah bisa punya satelit sendiri.

Mereka yg selama ini hidupnya dijamin negara tanpa pernah kerja keras, sebab nyatanya negara autopilot. Fungsi mereka hanya sebagai makelar dan merawat sebaik baiknya tradisi KKN. Di Jaman Jokowi ketika pemerintah hadir dan mulai menjalankan fungsinya, mulai memperbaiki segala kerusakan sistemik, Mereka blingsatan. Demikian. 

Meski belum sempurna, mereka yg sekolah baik2 punya harapan. Juga yg mau kerja baik2 punya harapan. Pemerintah hadir. Menyediakan fasilitas dan infrastruktur. Sing sopo obah bakal mamah. Ga peduli anak kere ato anak pejabat konglomerat.

Sumber : Status Facebook Dahayu

Monday, March 18, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: