Saat Pasien, Covid Bertambah di RS

ilustrasi

Oleh : Alim

Akibat penuhnya pasien covid di semua rumah sakit rujukan di Jogja, maka RS saya nggak bisa ngrujuk meski isolasi sudah penuh. Lalu apa yang mungkin dilakukan?

Pertama, mengubah bangsal biasa jadi ruang isolasi, lalu melengkapi ruang tersebur dengan alat2 terkait covid. Artinya kapasitas bangsal untuk pasien non-covid berkurang cukup signifikan.

Kedua, mengubah IGD menjadi ruang isolasi bersama. IGD cukup luas menampung 8-10 pasien. Lumayan, kan? Tentu ada interior yang harus ditambahkan, alat penyedot untuk menjadikan ruangan jadi bertekanan negatif yang artinya juga perlu mengubah lubang2 ruangan seperti jendela dan pintu jadi ada sekat tipis kedap. Selain itu menutup ruangan2 peralatan dengan lebih rapet.

 

Lalu layanan gawat darurat gimana? Ya harus geser ke ruang lain. Di RS saya sudah direncanakan menutup koridor/jalan utama rumah sakit lalu dijadikan IGD. Tentu harus nambah alat-alat emergency karena alat emergency IGD dipakai isolasi, kan?

Karena nambah ruangan, maka nambah SDM atau nambah jam kerja. Ini sulit lho: tambahan SDM dari mana, nambah jam kerja jadi berapa jam... repot.

Tentu akan habis banyak yang kalau dituruti bisa habis ratusan juta. Kalau nambah ventilator 3 biji aja bisa habis 1 milyar sendiri di luar biaya pengubahan ruangan dan interior. Sumber duitnya dari mana? Ya dari kas rumah sakit, mosok mengandalkan pemerintah?

Sumber : Status Facebook Alim

Monday, November 23, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: