Saat Negara Hadir Di Daerah Terdepan, Terluar dan Teringgal

Ilustrasi

Oleh : Awan Kurniawan

Di ujung utara Indonesia dengan jarak lebih dari 1.250 km dari Jakarta. Kabupaten Natuna,salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, jajaran kepulauan paling utara di selat Karimata yang berbatasan langsung dengan beberapa Negara.

Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia dan di bagian timur dengan Malaysia Timur.

Perairan Natuna, merupakan jalur pelayaran paling sibuk karena tepat berada pada jalur pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Kabupaten ini terkenal dengan penghasil minyak dan gas. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 1. 400.386.470 barel, sedangkan gas bumi 112.356.680.000. barel.

Tak hanya itu, Natuna memiliki cadangan gas alam terbesar di kawasan Asia Pasifik. Di sini tersimpan cadangan gas alam dengan volume sebesar 222 triliun kaki kubik (TCT). Selain itu, gas hidrokarbon yang bisa ditambang mencapai 46 TCT. Angka itu tentu saja belum termasuk cadangan gas alam yang terdapat di bagian barat Natuna yang dikelola juragan minyak raksasa kelas dunia.

Tapi? Sudah hampir 17 tahun Natuna menjadi Kabupaten. Namun beberapa desa masih mengandalkan air dari penampungan.

Salah satunya di Desa Cerug, Kecamatan Bunguran Timur Laut. Warga harus mengambil dari bak penampungan yang jaraknya 2 Kilometer dari permukiman warga.

Karena daerah pesisir, air sumur rasanya kadang sedikit payau. Tidak semua warga bisa dapat membuat sumur. Untuk minum menggunakan air dari gunung yang jaraknya 2 Kilometer.

Jika ingin praktis tinggal beli , artinya pengeluaran rumah tangga yang bertambah.

Di desa Cerug, tidak ada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Menjawab keluhan warga Desa Ceruk,PT. Pelindo I menggelar kegiatan CSR berupa pemasangan instalasi Air bersih untuk Masyarakat Desa Cerug, Kecamatan Bunguran Laut Timur, Kabupaten Natuna, Propinsi Kepulauan Riau

Dengan hadirnya kegiatan CSR ini warga tidak perlu lagi berjalan jauh mengambil air di tempat penampungan. Dan tentunya akan memudahkan masyarakat. Ide bijak menjawab keluhan warga memanfaatkan dana CSR tanpa membebani APBN negara.

Selama dua hari saya berada di Natuna bersama. PT Pelindo I (Persero), LKBN Antara dan Persero Batam menggelar beragam rangkaian kegiatan lewat Program “BUMN Hadir Untuk Negeri”.

Saya bangga hadir di tengah denyut nadi HUT kemerdekaan Indonesia ke 73 ini bersama mereka, negara hadir di tengah daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal. Menyaksikan bagaimana pembangunan bergerak di wilayah terjauh Indonesia ini, bagaimana Palapa Ring membuka akses warga dari Internet, bagaimana infrastruktur mulai hadir, bagaimana sejak 3 tahun ini ada bus umum yang disediakan pemerintah untuk angkutan warga d pulau Natuna, bagaimana angkutan kapal jauh lebih baik, bagaimana Bandara baru membuka isolasi daerah ini.

Pelindo I dan sejumlah BUMN kami menggelar rangkaian Program “BUMN Hadir Untuk Negeri” dimulai pada tanggal 16 Agustus 2018 Gerak Jalan yang diikuti oleh siswa/i SMP dan SMA di Kabupaten Natuna, pembukaan pengobatan gratis kepada masyarakat Natuna, pemberian sembako gratis untuk masyarakat dan TNI penjaga lintas batas perairan (1000 paket untuk masyarakat di Pulau Subi, 1000 paket untuk masyarakat Pulau Laut, 400 paket untuk mayarakat Natuna dan 100 paket untuk TNI), serta penyambungan pipa instalasi air bersih ke pemukiman penduduk di Desa Cerug Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Selain itu, kegiatan CSR lainnya juga berupa beasiswa kepada 73 orang siswa – siswi berprestasi, bantuan bedah rumah, bantuan air bersih di dua titik yaitu Bunguran dan Pulau Laut, pemberian bantuan rambu laut dan perbaikan sekolah di Pulau Laut dan Pulau Subi.

Program BUMN Hadir Untuk Negeri telah berlangsung secara berkesinambungan dan serentak sejak tahun 2015 di seluruh provinsi di Indonesia, ini langkah cerdas membantu menjawa keluhan masyarakat tanpa membebani anggaran APBN. Ada 116 BUMN di Indonesia dan memiliki peran yang luar biasa untuk mendukung pembangunan di Indonesia.

Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan

Saturday, August 18, 2018 - 12:45
Kategori Rubrik: