Saat Nasrani Adakan Khataman Al Quran

Ilustrasi

Oleh : Rifqiel Asyiq

Suatu hari sejumlah santri di Jakarta diminta untuk khataman al Qur'an bilghaib oleh seorang milyarder, setalah waktu ditentukan ahirnya rombongan pun dijemput dengan mobil ke kediaman shahibul hajat, sesampainya di rumah tak ada siapa pun, namun pintu rumahnya terbuka lebar, salah seorang rombongan berinisiatif masuk ke rumah untuk mengecek dan meyakinkan betul bahwa ini rumah yang mengundang mereka untuk khataman karena berdasar alamat memang sudah benar.

Setelah masuk kaget betul santri ini ketika mendapati salib besar terpampang di tembok selain juga ada lukisan Bunda Maria, melihat keadaan sekitar sang santri yakin betul bahwa ia masuk ke rumah yang salah, namun ketika beranjak pulang tuan rumah muncul di depan pintu dan mempersilahkan mereka masuk.

"Kita tidak salah rumah kan, Pak?.. atau bapak yang ngundang orang?.." tanya sang santri keheranan.

"Tidak, Mas.. betul memang saya yang mengundang panjenengan semua untuk khataman di rumah saya" jawab tuan rumah dengan halus.

"Tapi, kan... kitaa.. "
"Sudah, mas.. dimulai saja khatamannya ya," tuan rumah memotong pembicaraan. 
"Kalau boleh tahu ini inisiatif siapa, Pak?.." tanya santri masih penasaran. 
"Oh, ini Gusdur yang nyuruh saya, Mas. Beliau bilang biar anak-anak saya jadi orang baik."

Belum sempat memulai khataman malah justru santri ini kebinngungan, "Lalu agama bapak masih non muslim?.." tanyanya lagi. 
"Iya, Gusdur bilang jika sudah saatnya nanti juga hidayah itu datang.." jawab tuan rumah.

Begitulah Gusdur, memberi pelajaran kepada seorang yang berimbas kepada banyak orang, termasuk dari cerita ini ke panjenengan semua. Jika baik, sila di-share..

Sumber : Status Facebook Rifqiel Asyiq

Tuesday, April 10, 2018 - 20:30
Kategori Rubrik: