Saat MUI Main Larang Ucap Salam

ilustrasi

Oleh : Argya Rahman

Saya bingung ketika MUI berfatwa, siapa yang mengikutinya ? Dan ketika Gus Mus mengatakan MUI ITU MAKHLUK APA? ada benarnya. Begini ya sob, di Indonesia itu ada puluhan ormas Islam dengan pengikut setianya. Dan ormas dengan pengikut terbesar di Indonesia ada dua yaitu NU dan Muhammadiyah.

Nah ketika kedua ormas tsb mengeluarkan fatwa, anggaplah Muhammadiyah mengeluarkan fatwa tentunya hanya warga Muhammadiyah saja yg mengikutinya dan apakah warga NU wajib mengikuti fatwa nya Muhammadiyah ? Tentu tidak khan.. karena menurut dawuh Gus Mus Fatwa itu sifatnya tidak mutlak atau tidak mengikat. Sebagai contoh Muhammadiyah pernah mengeluarkan fatwa bahwa Rokok itu haram, tetapi untuk warga NU itu tidak berlaku.

Justru ada Kyai NU yang berkelakar (dengan nada guyon) justru Rokok itu WAJIB 

karena apa? Untuk mensyukuri bahwa Tembakau itu ciptaan Allah (sekali lagi, ini guyonan ala NU ojok spanengan. Dan satu-satunya "wadah" yang fatwanya menjadi rujukan dunia adalah Al Azhar - mesir.

Nah ketika MUI saat ini berfatwa umat muslim tidak di perbolehkan mengucapkan salamnya non muslim, siapa yang mengikutinya ? Apakah juga berlaku untuk kepala daerah atau pemerintahan ? Dan disini Wali kota Surabaya Bu risma dengan tegas menolak fatwa MUI tsb. Dengan mengatakan "Wargaku iku reno-reno" (bermacam-macam suku dan agama). Dan baru-baru ini NU melalui majelis Bahtsul Masa'ilnya mengeluarkan fatwa bahwa mengucapkan salamnya Non muslim itu tidak dilarang, bahwakan ada dalilnya lho..

Trus, MUI iku makhluk opo? 

Sumber : Status Facebook Argya Rahman

Wednesday, November 13, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: