Saat Menara Wisma Atlet Kembali Bersinar Malam Hari

ilustrasi

Oleh : Tomi Lebang

Begini pemandangan menara-menara Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat setiap malam, hari-hari ini. Tentu foto ini diambil dari arah Jalan Benyamin Sueb, jalan utama kawasan Kemayoran yang dulunya adalah landas pacu bandar udara internasional di Jakarta.

Seluruh ruangan di menara apartemen terang benderang, gemerlap bak kota yang tak terlelap di malam hari.

Pemandangan begini juga terlihat saat pelaksanaan Asian Games XVIII di Jakarta pada bulan Agustus hingga awal September 2018. Puluhan ribu atlet dari negara-negara Asia yang datang berlaga di Asian Games menempati sepuluh tower Wisma Atlet Kemayoran yang memang dibangun untuk perhelatan olahraga akbar itu.

Selepas Asian Games, Wisma Atlet Kemayoran langsung kosong melompong seperti kota mati. Padahal, kamar-kamar di kompleks apartemen ini begitu bagus, lebih 7.400 unit apartemen tipe 36 yang telah dilengkapi dengan tempat tidur, sofa, meja, lemari, gorden, dapur, pendingin udara dan kamar mandi dengan pemanas air. Lingkungannya juga tertata rapi, dengan taman-taman dan lapangan olahraga.

Lalu pandemi Covid-19 datang. Wisma Atlet Kemayoran langsung disiapkan oleh pemerintah menjadi rumah sakit darurat mengantisipasi lonjakan pasien yang terpapar virus ini di ibukota dan sekitarnya.

Dan itulah yang terjadi. Kini, menara-menara apartemen Wisma Atlet Kemayoran kembali terang benderang, seperti terlihat dari foto yang viral beberapa hari ini. Dari sepuluh menara apartemen, tujuh telah disiapkan untuk penanganan Covid-19: tiga menara untuk menampung pasien-pasien, dua menara untuk penginapan para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain, satu menara untuk aneka urusan manajemen. Satu menara lagi telah disiagakan pula, dan semoga tak perlu diisi pasien lagi.

Dari luar, lampu-lampu di menara-menara Wisma Atlet Kemayoran itu begitu semarak. Tapi di dalamnya ada begitu banyak pergulatan, cerita muram dan sedih, juga perjuangan. Raungan sirine ambulans yang lalu-lalang membawa pasien rujukan nyaris tiada henti. Para pasien saling memberi semangat agar selekasnya sembuh, para tenaga kesehatan saling menguatkan agar tetap tabah melayani pasien yang terjangkit virus yang belum ada obatnya ini.

Sejak 23 Maret hingga awal September ini, sudah lebih dari 13.000 orang yang menjalani perawatan di Wisma Atlet Kemayoran. Kabar baiknya, sebagian besar sembuh. Menurut data per tanggal 4 September lalu, sebanyak 11.225 pasien telah sembuh dan pulang, dan 256 pasien dirujuk ke rumah sakit lain. Pasien yang meninggal dunia dalam perawatan di wisma ini juga sedikit, 4 orang sampai pekan lalu.

Kini, pasien yang dirawat di Wisma Atlet tak sampai 2.000 orang. Kendati begitu, menara-menara di Wisma Atlet Kemayoran tetap disiagakan, dan terlihat dari gemerlapnya lampu-lampu menara-menaranya di malam hari.

Para pasien, dokter, perawat, orang-orang yang tengah berjuang di sana, tentu berharap besar agar kompleks ini segera kosong: mereka yang dirawat segera pulang, dan orang-orang di luar sana menjaga diri agar tak terjangkit virus.

Sumber : Status facebook Tomi Lebang

Sunday, September 13, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: