Saat Khawarij Mengacak-acak Indonesia

Ilustrasi

Tubuh Abdullah bin Khabab, sahabat Nabi saw itu diseret kemudian disiksa hingga tewas.
Belum puas, Hubla istri Abdullah mengalami nasib lebih tragis. Perutnya dibelah dan isinya dikeluarkan.
Keluarganya, dari anak anak hingga orang tua juga dibantai tidak tersisa.

Begitulah cerita yang di kutip dari Dr. Mustafa Murad, guru besar ahlussunah universitas Al-Azhar.

Pelaku sadis tersebut adalah kaum Khawarij, kaum pembangkang dijaman pemerintahan Imam Ali, sepupu dan sahabat Nabi Muhammad saw.

* Peristiwa memilukan itu lalu menjadi alasan sahih bagi Imam Ali untuk memulai operasi militer menumpas Khawarij.
Sesaat sebelum perang melawan pembangkang khawarij di Nahrawan meletus, Imam Ali mengutus sahabat besar Nabi Muhammad saw, Abdullah bin Abbas ra untuk berdialog dan menyelidiki keadaan mereka.

Mari kita dengarkan penjelasan Abdullah bin Abbas tentang
+++ ciri-ciri Khawarij,
“Mereka adalah kaum yang menakjubkan dalam hal ibadah. 
Tampak gosong di dahi mereka. Siang hari mereka berpuasa dan malam hari diisi dengan tahajjud dan membaca al-Quran. Mereka adalah qori dan kaum penghafal al-Quran.
Tubuh mereka kurus dan pucat karena banyak berpuasa. Pakaian mereka tampak kasar dan menjauhi dunia. 
Mungkinkah mereka tersesat?”. ..
Ketika mendengar penjelasan ibnu Abbas, sambil memandang kejauhan, 
Imam Ali menjawab : “Wahai Ibnu Abbas, seandainya tidak ada aku (setelah Rasulullah), maka tidak ada seorangpun yang sanggup dan yakin melawan mereka. Tapi cukuplah sebagai bukti kebenaranku, bahwa esok setelah peperangan, tidak lebih 10 orang dari mereka yang masih hidup, dan tidak lebih dari 10 orang pasukanku yang binasa.”
Ucapan Imam Ali terbukti.

Setelah perang, hanya 7 orang pasukan Imam Ali yang syahid dan hanya 9 orang pasukan Khawarij yang hidup.

Jauh sebelum Perang Nahwaran terjadi, Rasulullah saw sudah meramalkan kedatangan mereka.
* Dahulu, di jaman Nabi saw di Madinah, ada seorang yang jika sholat, dia sudah datang sebelum sahabat nabi datang. Dan masih sholat, saat sahabat Nabi pulang.
Kagum atas ibadah orang ini, sahabat Nabi menceritakan kepada Nabi saw.

Ketika Nabi melihatnya, Nabi berkata,
“Aku seperti melihat bekas tamparan setan diwajahnya.” dahi yg gosong.
Lalu Nabi mendatangi orang tersebut dan bertanya,
”Apakah waktu kamu sholat, kamu merasa tidak ada yang lebih baik dari dirimu?...
“Benar, “ jawab orang tersebut, sambil masuk ke mesjid.

Nabi Muhammad lalu berkata kepada sahabatnya,
”Kelak akan muncul kaum dari keturunan orang tersebut. Bacaan al-Quran kamu tidak ada nilainya dibandingkan bacaan mereka, dan sholat kamu tidak ada nilainya dibandingkan sholat mereka, dan puasa kamu tidak ada artinya dibandingkan puasamereka.
Mereka membaca al-Quran sehingga kamu akan menyangka bahwasanya al-Quran itu milik mereka saja,
padahal sebenarnya al-Quran itu akan melaknat mereka.

Umatku akan menderita di tangan mereka. Merekalah seburuk-buruknya manusia.
Jika aku hidup saat itu, aku akan bangkit melawan mereka"
Hadits (Shahih Bukhari Muslim).

Jadi, manusia paling buruk dimuka bumi, menurut Nabi Muhammad saw, ternyata bukanlah kaum pagan, atau kaum musyrik,atau kaum penyembah berhala atau ateis.
Ternyata manusia yang paling buruk menurut Nabi, adalah mereka yang justru menjadi ahli ibadah, ahli sujud, ahli al-Quran dan ahli puasa tetapi merasa paling baik dan merasa paling benar dlm menjalankan syariah Islam.

Mereka menganggap. * sholat kita tidak sebanding dengan sholat mereka,
* puasa kita dipandang tidak ada apa-apanya dibandingkan puasa mereka ,
* tetapi saat bersamaan mereka mengkafirkan siapapun yang tidak sependapat & tdk segolongan dengan mereka. 
* Selain itu, mereka berani menumpahkan darah siapapun yang beroposisi dengan mereka.

++ Maka jika Anda melihat orang berjidat hitam karena banyak sujud, maka Anda jangan kagum terlebih dahulu.
* Perhatikan, apakah dia mudah mengkafirkan orang lain atau merasa kelompoknya yg paling baik dan paling nyunah? ..

* Jika jawabannya iya,!? .
bisa jadi orang tersebut sudah terjangkit virus Khawarij.
* Mereka adalah manusia yang paling buruk.Kaum yang merasa paling suci dan paling baik, inilah yang diperangi Imam Ali karomalohu wajha di Nahrawan.
Mereka memang ditumpas habis oleh Imam Ali,
tapi embrio Khawarij abadi.1400 tahun setelah tertumpasnya Khawarij di Nahwaran, kaum yang merasa paling suci sehingga merasa memiliki hak untuk membunuh siapapun ini, muncul tepat dijantung Timur Tengah.

* Mereka muncul dalam bentuknya yang paling bengis.
ISIS.Daulah Islam Irak dan Suriah, lahir dari rahim al-Qaeda, 
dan kini organisasi teroris ini telah meluluh lantakkan Suriah dan Irak. 
Mereka menggunakan nama Islam hanya untuk Bungkus dan kedok belaka.

* Suriah yang awalnya damai, negeri yang indah yang dihuni berbagai agama, negeri harmonis dimana Anda dapat menyaksikan Muslim Sunni duduk bersama Muslim Syiah, seorang Muslim bahu membahu dengan Kristen, sebuah masjid berdampingan gereja, kini luluh lantak diterjang kekerasan memilukan.
ISIS hampir melakukan semua kejahatan dan kebengisan yang hanya ada di abad-abad pertengahan.

Mereka bukan hanya membunuh tawanan yang sudah menyerah bahkan mengeksekusi-nya di depan wanita dan anak-anak. Mereka juga menyembelih, menyiksa dan memutilasi mayat, menyalib pendeta dan para ulama, merusak masjid dan gereja.

Para korban bukan hanya orang dewasa, bahkan orang tua berusia lebih dari 100 tahun, wanita dan anak-anak juga menjadi target mereka.
Perbuatan bengis ini melanggar prinsip-prinsip Islam yang paling dasar. Mereka berniat mendirikan Negara Islam justru dengan melanggar syariat Islam.

* Membunuh orang tua, wanita dan anak-anak, merusak masjid dan gereja — dilarang keras dalam Islam. Bahkan dalam kondisi perang sekalipun.
Tidak heran jika Syaikh Ali Jumuah, ulama besar al-Azhar berkata: 
“Takfiri (kaum yang suka mengkafirkan) adalah musuh kemanusiaan".

* Perang berkepanjangan di Afghanistan seharusnya menjadi pelajaran. Takfiri Wahabi melakukan kerusakan di desa, kota dan lingkungan sekitarnya. Hal yang bahkan tidak dilakukan Uni Soviet sekalipun. Dimana Afghanistan sekarang? Berikan satu hari saja dimana tidak terjadi pembunuhan di Afghanistan karena ulah Takfiri.”

* Maret 2014, Indonesia tiba-tiba dikejutkan oleh demonstrasi pendukung ISIS di Monas. Ratusan orang berdemontrasi membaiat ISIS sambil mengutuk demokrasi. Jumlah mereka kecil tapi teriakan mereka keras. Jika mereka diberangus, mereka teriak-teriak HAM. Dengan membaiat ISIS, sama artinya mereka tidak mengakui Pancasila dan NKRI, bahkan menganggap pancasila dan NKRI sebagai thogut.

Ini sangat berbahaya, mereka ditengah masyarakat bahkan ditubuh islam bagaikan paresit yang menggerogoti daging.
Waspadalah dan lawan mereka! Jangan sampai mereka sampai hadir didepan pin
#NKRIHARGAMATI
#KAMIBERSAMAPOLRI
#ISLAMRAHMATANLILALAMIN

Sumber : FP Kuasa Allah SWT

Tuesday, May 22, 2018 - 21:30
Kategori Rubrik: