Saat Kelompok Intoleran Merasuki Media Televisi

Ilustrasi

Oleh : Sunandi

Ngobrol dengan seorang teman yang berprofesi sebagai jurnalis tentang bagaimana gerakan khilafah menyusup ke media-media arus utama. Sebenarnya bukan hal baru karena sudah sejak lama mereka menyusup ke berbagai sektor. Akan tetapi menjadi cukup menarik melihat bagaimana mereka menggunakan media arus utama sebagai alat mereka dalam membuat framing opini.

Secara kasat mata peranan pendukung khilafah di media arus utama dapat terlihat dari bagaimana mereka memunculkan acara2 keagamaan dengan memanggil tokoh2 sealiran mereka sebagai pengisi acara. Bagaimana itu dapat terjadi? itu karena kader dan simpatisan mereka telah mengisi slot-slot jabatan di media. Dengan begitu mereka dapat menentukan apa yang bakal ditayangkan. Jadi tidak mengherankan jika TVRI pernah menyiarkan acara HTI di GBK beberapa tahun lalu.

.

Dengan menguasai jajaran redaksi di media arus utama mereka bisa men-setting akan seperti apa acaranya dan siapa yang akan diundang. Salah satu contohnya adalah acara yang menampilkan abu janda dan denny siregar kemarin.

Tidak hanya di media televisi, beberapa hari terakhir pasca acara tersebut saya memperhatikan headline sebuah media online nasional yang memperlihatkan "seolah-olah" mereka menjadi corong felix dkk. Bagi saya ini menimbulkan pertanyaan, "ada apa dengan media-media tsb?"
.
Sebagai institusi bisnis tentu para pemillik media akan berpikir bagaimana meraup keuntungan. Soal bagaimana efek tayangannya tentu menjadi nomor sekian. Perbedaan preferensi politik tentu akan mengubah wajah sebuah media dan ditambah lagi dengan preferensi kepentingan orang2 di dalamnya. 
.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah di mana posisi media arus utama saat ini dalam melawan pemikiran intoleran dan fundamentalis?

Sumber : Status Facebook Sunandi

Sunday, December 17, 2017 - 16:30
Kategori Rubrik: