Saat Kalimantan Disulap Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Pemerintah menargetkan jalan baru yang dibangun sepanjang 182,2 km, terdiri dari 60 km di Provinsi Kalimantan Barat, 52,4 km di Provinsi Kalimantan Timur dan 114,2 km di Provinsi Kalimantan Utara. Sehingga total panjang jalan yang sudah tembus sampai akhir 2018 diharapkan sepanjang 1.542,7 km dan menyisakan 154,6 km sisanya.

Target hingga 2019, panjang jalan paralel perbatasan di Kalimantan mencapai 1.920 km yang tersebar di Kalimantan Barat sepanjang 849 Km, Kalimantan Timur 243 Km dan Kalimantan Utara 827 Km. Sampai saat ini, jalan perbatasan Kalbar, dari 849 km, sisa yang belum tembus 107 Km. Sementara dari Kalimantan Timur, dari 243 km, sisa yang belum tembus 76,5 km dan di Kalimantan Utara sebanyak 147,8 km dari 827 km.

Kehadiran jalan perbatasan sekaligus melengkapi pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau yang diharapkan bisa menjadi gerbang ekspor produk lokal Indonesia menuju negara tetangga. Tanpa adanya jaringan jalan, maka masyarakat perbatasan masih akan bergantung pada produk yang datang dari Malaysia.

Desa-desa di kawasan perbatasan memerlukan jaringan jalan yang terhubung dengan jalan yang sudah ada. Jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang bernilai strategis bagi NKRI dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara serta sebagai pintu gerbang aktifitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga.

"Salam NKRI Gemilang"

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Saturday, April 21, 2018 - 14:30
Kategori Rubrik: