Saat Islam Dijual Untuk Kepentingan Politik

Oleh : Yusuf Muhammad

Kasihan nama Islam jadi 'barang dagangan politik' karena ulah para oknum politikus busuk yang haus kekuasaan. Bahkan nama Islam 'dijual' di berbagai sudut-sudut kota pinggir jalan guna kepentingan nafsu diniawinya.

"Bela Islam bela Rakyat," begitu tulisan iklan pada baliho ukuran raksasa yang dibawakan oleh Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Lantas apa yang terfikirkan dibenak kita ketika melihat iklan yang 'menjual' nama Islam pada baliho ukuran raksasa tersebut?

Menurut saya, iklan tersebut adalah iklan yang paling konyol, murahan dan amat sangat memalukan. Mengapa saya katakan demikian? Karena jelas, rakyat Indonesia tidak semuanya Islam, jadi bagaimana mungkin bela Islam itu bisa dikatakan bela rakyat?

Di Indonesia ada enam Agama yang diakui oleh pemerintah, meskipun sebenarnya masih banyak agama dan keyakinan selain enam Agama tersebut :

1. Islam
2. Kristen
3. Protestan
4. Hindu
5. Buddha
6. Konghuchu

Dan kepercayaan yang diakui secara sah dalam Undang -Undang itu tanpa menyebutkan bahwa keadilan dan kemakmuran hanya berlaku pada mayoritas, akan tetapi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ingat! Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan rakyat mayoritas.

Jadi, jika iklan yang 'menjual' Agama mengatasnamakan Rakyat jelas itu sangat murahan dan memalukan. Bagaimana jadinya jika muncul iklan-iklan serupa ; Bela Kristen bela rakyat, bela Hindu bela rakyat, dst. Pertanyaannya, apakah kelompok sontoloyo juga mau diajak bela agama selain Islam?

Kalau tidak mau, lantas mengapa harus ada iklan murahan 'Bela Islam bela rakyat"? rakyat mana yang dibela? Rakyat 212 yang jumlahnya 7jt? Bukankah penduduk Indonesia ada lebih dari 250 juta jiwa?

Sudahlah, tak perlu lagi 'jual' nama Islam kalau hanya untuk merebut kekuasaan. Tuhan maha tahu apa yang ada dalam hatimu.

Wahai Yusril,
Bagaiman mungkin bela Islam dikatakan bela rakyat kalau kenyataannya kau diam saja ketika ada mayat sesama muslim yang ditolak untuk disholatkan? Bagaimana mungkin bela Islam dikatakan bela rakyat kalau nyatanya kau justru membela kapal asing pencuri ikan milik Indonesia?

Sumber : facebook Yusuf Muhammad

Monday, April 9, 2018 - 11:00
Kategori Rubrik: