Saat Ini Jokowi Terbaik, Mau Apalagi

ilustrasi

Oleh : Agung Wibawanto

Saya sempat bertanya kepada beberapa teman melalui percakapan wa, apakah saya tidak usah posting Jokowi lagi? Atau agak dikurangi, tapi yang banyak nguranginya? Lho memang kenapa? Saya jawab, ada beberapa teman yang tidak terlalu suka dengan postingan saya mengulas keberhasilan Jokowi terus. Seorang teman dekat mengatakan, hidup itu resiko, resiko itu harus dihadapi kalau mau hidup.

Resiko yang dimaksud adalah, kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Teman dekat lain mengatakan, mengapa juga harus korbankan teman lain mu yang lebih banyak dan suka dengan postingan Jokowi, demi memenuhi keinginan satu teman saja yang protes? Teman dekat lagi bilang (saya memang punya banyak teman), begitu banyak pilihan buku, ada buku komik Ipin Upin, atau komik Jokowi.

Kebetulan kan Jokowi suka sampaikan pesan melalui komik/kartun. Ada buku petualangan, buku agama, buku pelajaran dll, kenapa temanmu itu tidak disuruh baca buku Enny Arrow aja sih? Kan dia bisa terpuaskan ketimbang baca komik Jokowi? Jadi maksudnya, ada begitu banyak postingan di medsos, kalau memang tidak suka dengan topik Jokowi ya skip saja, lalu cari dan baca postingan yang menarik, banyak pilihan.

Dan pada akhirnya saya memutuskan untuk terus saja menulis topik Jokowi. Saya maniak? Tidak juga. Saya hanya mencoba memperjuangkan pilihan saya dengan konsisten dan konsekuen. Apabila ada yang bisa merubah keyakinan akan pilihan tersebut, pasti saya ikuti. Sayangnya sampai saat ini belum ada yang bisa meyakinkan saya kalau Jokowi itu buruk, dan saya masih mempercayainya. Apelo!

Sedikit cerita akhir tahun lalu yang sepertinya perlu saya kuak kembali dan syukur bisa menjadi pengingat bagi memori Supen yang tumpul. Dalam ulasan sebelumnya sudah saya sampaikan bahwa jika mau fair, silahkan kita lihat bagaimana orang asing dalam menilai sosok Jokowi dan kinerjanya. Beberapa berita aktual dan faktual tentang kekaguman warga asing terhadap Jokowi seperti dinafikan begitu saja. Mereka mengingkarinya.

Ya, namanya kadung benci, meski dulu ngaku relawan juga tidak ada apresiasinya, apalagi yang Supen? Sekitar Desember 2019, belum lah lama. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat penghargaan Asian of The Year 2019 dari Straits Times Singapura, Kamis (5/12/2019). Penghargaan diberikan karena Jokowi dianggap sebagai sosok pemersatu dalam masa yang penuh kekacauan dan gangguan di Indonesia.

"Jokowi dipilih oleh editor karena ketangkasan dan keseriusannya dalam menavigasi arus lintas politik dalam negeri yang rumit dan urusan internasional," tulis majalah ini. "Kepribadiannya yang membumi, kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang, berempati dengan rakyat jelata telah menarik hati banyak orang di dalam negerinya," tulis media yang bermarkas di Singapura ini.

"Di luar negeri, mereka memuji kemampuannya untuk memandang ke luar cakrawala dan bergulat dengan tantangan strategis yang dihadapi negara dan wilayahnya." Menurut media ini pula, salah satu contoh pencapaian mantan Wali Kota Solo di dunia internasional antara lain keberhasilannya untuk menempatkan Indonesia sebagai jantung ASEAN. (Sekali lagi, ini bukan komentar saya).

"Jokowi membuat para pemimpin negara-negara anggota mengadopsi 'ASEAN Outlook tentang Indo-Pasifik' yang dirancang oleh Indonesia, pada pertemuan ASEAN di Bangkok pada bulan Juni dan yang mempertahankan posisi netral kelompok regional di tengah meningkatnya persaingan antara China dan Amerika Serikat (AS) untuk supremasi di negara- negara wilayah tersebut." jelas Straits Times.

Jokowi juga menjadi pemimpin yang pertama kali memperkenalkan konsep kerja sama berdasarkan prinsip-prinsip utama, termasuk keterbukaan, inklusivitas, dan sentralitas Asean, pada East Asia Summit di Singapura November tahun lalu. Demikian ulasan media berkelas internasional yang memiliki jaringan dengan membangun biro di negara-negara besar di Asia termasuk Tiongkok, India, dan Malaysia.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Singapore Press Holdings dan editor The Straits Times Warren Fernandez mengatakan ada beberapa hal yang membuat pihaknya memberi penghargaan ke Jokowi, "Presiden Joko Widodo telah melakukan itu dengan sangat baik. Dia tidak hanya telah memenangkan masa jabatan kedua, tetapi juga telah membawa Indonesia bersamanya dan membawanya lebih maju," katanya.

"Demikian juga dengan Asean. Ada banyak ruang baginya untuk memimpin lebih jauh jika dia mengatur keterampilan politik yang cukup dan niat baik yang ia bagikan bersama orang-orang di seluruh Asia." Selain Jokowi, sejumlah pemimpin negara juga pernah mendapatkan penghargaan ini. Di antaranya adalah Perdana Menteri pendiri Singapura Lee Kuan Yew, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping.

Maaf, saya cukupkan dulu karena khawatir mulai banyak yang kram otak ataupun kejang-kejang membacanya. Saran saya, sesegera mungkin untuk menjaga liver (hati), karena liver pula yang akan membuat beban hidup tambah menderita jika tidak bersih. Bersihkan hati insha Alloh pikiran akan lebih terbuka dan hidup lebih diberkati juga manfaat terutama untuk orang banyak. Ya belajar seperti Jokowi itu. (Awib)

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

Saturday, October 24, 2020 - 12:15
Kategori Rubrik: