Saat Buruh Menjadi Sapi Perah Politikus

Oleh: Yusuf Muhammad

Setiap tanggal 1 Mei selalu diperingati dengan "May Day" atau Hari Buruh Internasional. Tapi bagaimana dengan nasib kesejahteraan kaum buruh di Indonesia? Tentu belum semuanya sejahterah.

Tapi luar biasanya, ada sebagian kelompok buruh yang rela patungan Rp 15.000 untuk biaya deklarasikan Prabowo sebagai calon Presiden.

Sebagian kaum buruh ini yang akan menjadi 'Sapi Perah' bagi Said Iqbal selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Prabowo yang ngebet banget ingin jadi Presiden juga tentunya diuntungkan oleh buruh dibawah komando SI itu. Sayangnya meskipun 2014 lalu sudah mendapat dukungan dari kaum buruh dibawah komando SI, tapi Prabowo belum bisa kalahkan Jokowi.

Sebelum peringatan Hari Buruh, kita tahu isu tenaga kerja asing (TKA) disuarakan oleh corong-corong Prabowo. Kini dihari buruh, melalui Antek Prabowo, SI mengajak pasukan "Sapi Perahnya" untuk mendukung Prabowo namun dirinya harus jadi Menaker. Wah betapa kasihan mereka kok mau saja diperalat demi kepentingan SI dan Prabowo.

Apa mereka belum tahu ada ribuan buruh PT Kertas milik Prabowo yang sejak 2014 belum digaji? Bagaimana mungkin Prabowo yang belum bayar gaji buruh malah didukung oleh kaum buruh? Semua itu tentu atas campur tangan Antek Prabowo yang menjabat sebagai Presiden KSPI.

Permasalah terbesar kaum buruh itu ada pada SI, jadi selagi SI masih campur tangan maka selama itu juga kaum buruh akan tetap menjadi "Sapi Perah". Bagaimana tidak, lha wong sebagian gaji kaum buruh Indonesia masuk ke kantong dia, meskipun cuma goyang kaki, tetep bisa makan enak di rumah.

Kaum Buruh dibawah komando SI mungkin lupa bahwa hanya Jokowi yang berani naikkan 40 % gaji kaum buruh pada 2014 lalu. Waktu itu Jokowi masih jadi Gubernur DKI. Jokowi sempat diprotes kaum pengusaha tapi Jokowi tetap ngotot gaji buruh harus naik, yang semula Rp 1,53 juta menjadi Rp 2,2 juta atau naik 40% dgn alasan akumulasi sudah beberapa tahun gaji buruh tdk pernah dinaikkan.

Kebijakan Jokowi tersebut kemudian dijadikan acuan bagi provinsi lain untuk menaikkan upah buruh.

Beda dengan Jokowi, Gubernur DKI sekarang yang punya kontrak politik dengan kaum buruh justru melempem cuma bisa plonga-plongo. Jangankan naikkan gaji buruh, lha wong dana KJP saja dikurangi, malah 73 org tim TGUPP yang gak ada kerjanya digaji puluhan juta/bulan.

10 janji kontrak politik Anies dengan buruh waktu pilkada DKI tak ada satu pun yang ditepati, makanya jauh2 hari isu TKA digaungkan untuk mengalihkan perhatian, supaya buruh yang lain tidak demo ke Balaikota untuk tagih janji kontrak politik antara Anies Baswedan dengan kaum buruh.

Lihat saja peringatan hari Buruh dibawah komando SI, mereka justru memamerkan hashtag yang mengingatkan kita pada kejadian biadab pelecehan terhadap Ibu dan anak saat acara CFD di Jakarta beberapa hari lalu. Namun demikian, ada beberapa kelompok buruh yang tidak ikut berdemo dibawah komando SI, mereka lebih memilih aksi bagi2 bunga dan menyatakan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo

 

Sumber : facebook Yusuf Muhammad

Wednesday, May 2, 2018 - 12:00
Kategori Rubrik: