Saat Anjing Memasuki Masjid

ilustrasi

Oleh : Husny Mubarok Amir

Buat saudara saya yang beragama katolik, saya meminta maaf atas perlakuan saudara-saudara muslim saya yang saat ini sedang gemar-gemarnya mengumpat, mencaci dan bersumpah serapah di medsos. Saya minta maaf, atas sikap mereka yang (jika ikut ngaji'nya Gus Baha) saya berani sebut mereka sebagai muslim "amatiran".

Mereka memiliki agama, tapi tidak memiliki "isi" agama. mereka ngaji ilmu, tapi tak pernah berfikir untuk mengaji "rasa".

Saya tidak sedang membela sang wanita yang katanya sedang marah, kesal dan panik karena suaminya akan menikah lagi di masjid itu. Yang sedang saya bela adalah "rasa" kemanusiaan kita bersama. Bahkan, jika saya yang menjadi polisi di daerah itu, saya akan segera melepaskan wanita itu, mencoba memahami dan merasakan kesedihannya. Toh, saya juga tidak bisa memberikan solusi bagi permasalahan keluarganya. Untuk kesedihan hatinya.

Saya hanya bisa membayangkan, jika, andai, seolah (dan semoga ini tidak pernah terjadi) saya yang menjadi si suami, yang akan menikah lagi di masjid itu. Saya yakin, isteri saya "bukan hanya" membawa anjing, sepertinya dia akan membawa ikut serta buaya, singa, kuda nil dan kalo perlu dinosaurus untuk menemaninya dan mencari saya serta mencari tau kepastian rencana pernikahan saya (lagi).

Terakhir, saya dan mungkin kita semua memang harus marah jika agama kita dihina dan diremehkan. Namun, mestinya kita harus lebih marah, jika kemanusiaan kita yang diinjak dan dipermalukan. Masjid, gereja, vihara atau semua rumah ibadah lainnya "hanyalah" bangunan dan ciptaan manusia. Namun, kita ini, tubuh wujud fisik, fikiran dan hati kita ini adalah bangunan dan ciptaan Allah yang semestinya lebih harus lebih kita jaga.

salam cinta,

sahabatmu

Sumber : Status Facebook Husny Mubarok Amir

Tuesday, July 2, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: