Saat Ahok Nikmati Durian Bersama Djarot

Ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Kesetiaan menjadi salah satu syarat dasar seorang manusia disebut beradab dan mulia. Tuhan saja menuntut kesetiaan dari umat-Nya.

Ujian kesetiaan terjadi ketika seorang sahabat dirundung duka. Sahabat datang ketika senang, namun banyak yang hilang ketika susah. Sahabat merubung ketika berkuasa dan lenyap ketika tak berdaya.

Tapi tidak dengan seorang lelaki Jawa dan kalem bernama Djarot. Ketika sahabatnya terpuruk dan ternista sekalipun, dia tetap datang dan hadir di sisinya. Dia tetap menemani Ahok.

Dia datang membawa durian, buah kesukaan Ahok. Sederhana, tapi makna kesetiaan terselip di baliknya. Ingatlah, Djarot mungkin pejabat pertama yang menitikkan air mata tatkala sahabatnya dinistakan dan ditahan. Jauh sebelumnya, Djarot pula yang tanpa gentar menghadapi caci maki dan penghinaan - yang sesungguhnya lebih karena ia pasangan Ahok.

Ia tak peduli sahabatnya itu Cina dan Kristen, bahkan kini dipenjara - sebab kesetiaan mengatasi semua itu. Kesetiaan pula yang membedakannya dengan para srigala politik lainnya yang menjijikkan.

Djarot mungkin tak mendapatkan apapun dari kesetiaannya pada Ahok. Namun namanya dicatat dengan tinta emas dalam buku kehidupan, disimpan baik dalam bilik hati rakyat.

Ahok beruntung mengenal dan mempunyai Djarot dalam hidupnya.

Air mata Djarot untuk Ahok itu adalah air mata terindah yang pernah menetes di negeri ini....

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Wednesday, December 13, 2017 - 15:45
Kategori Rubrik: