RUU HIP, PKS Buang Badan Setelah Viral

Poin-poin dalam RUU HIP adalah tentang kemanusiaan, gotong royong, kemasyarakatan, ekonomi berkeadilan, apalagi tentang Ketuhanan yang Maha Esa sebenarnya sudah membunuh komunisme iti sendiri.

Kalau butuh penyempurnaan sih iya. Seperti hal-hal sensitif seperti penegasan Tap MPR tentang larangan komunisme. Tapi jangan hanya komunisme khilafah-isme, kapitalisme, sosialisme dan liberalisme mestinya juga dilarang.

Kalau memeras Trisila menjadi Ekasila disangka akan mengembalikan ke zaman nasakom saya anggap itu tuduhan yang gak nyambung.

Trisila dan Ekasila merupakan gagasan Sukarno saat menyampaikan pidato dalam rapat BPUPKI tgl 1 Juni 1945 tentang gagasan dasar negara, pada saat itu belum ada konsep nasakom. Saat itu tidak ada peserta menentang gagasan Trisila dan Ekasila meski akhirnya Pancasila yang dipilih menjadi dasar negara.

Keberatan MUI terhadap RUU HIP ini terletak pada jika Trisila diperas menjadi gotong royong, maka sebagai bangsa yang berdasarkan ketuhanan, kita dianggap menomorduakan Tuhan, nomor satunya manusia, itu alasan MUI.

Padahal dibanyak kasus, kita masyarakat yang mengaku bertuhan kadang kelakuannya melebihi Tuhan bahkan banyak yang berhalusinasi bertuhan. 

Menghalangi orang ibadah, mengolok-olok Tuhan umat lain, membunuh, dan menghancurkan rumah ibadah umat lain atas nama Tuhan, itu adalah contoh kecil didepan mata kelakuan umat yang ngaku bertuhan, tapi kemana MUI? 

(Sumber: Facebook De Fatah)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *