Rusuh By Design

ilustrasi
Oleh : Rully Achdiat Santabrata
 
Ringkasnya:
 
Rencana sebelumnya sudah dikerjakan dgn bertemu SESEORANG di masjid Sunda Kelapa utk lakukan aksi tanggal 21-22 Mei.
 
Uang operasional sdh disiapkan di masing2 amplop yang ada namanya.
 
Batu, busur panah, mercon, bom molotov sudah diatur rapih di pinggir jalan sehingga memudahkan perusuh. Plot penyerangan diatur dan dirancang. 
 
Satu dua M-4 dgn peredam siap dikokang kalau perlu diberi teropong utk sniper memecah masa, membunuh kemanusiaan. Itu sekedarnya tapi hasilnya chaos. Harap dapat simpati utk amuk pemerintah.
 
Gerakan TNI / Polri sudah tepat. Memecah demonstran yang memperjuangkan aspirasinya dgn kerumunan perusuh. Demonstran dikawal dijaga seharian lalu dibujuk pulang karena sudah malam. Pesan Hati hati di jalan. Lalu perusuh datang, digebuk bak kriminal.
 
Kerena perusuh itu martir bayaran, demonstran itu pejuang keadilan. 
 
Karena perusuh itu dasarnya seperti benalu berganti topeng turun lakukan gerilya kota. Teriak takbir tapi bertato. Hatinya rinto wajahpun tak seperti rambo.
Sedang demonstran bergerak karena hatinya.
 
Isu tentara cina, peluru tajam dan aparat serang masjid, gagal total.
 
Dan rekaman pembicaraan rencana ini semua sudah ditangan aparat.
 
Elit politik oposisi satu per satu perlahan2 mundur memberi jalan. PAN, PKS, SBY. Terima kasih Pak. 
 
Dan saya senang Pak Prabowo tegas dgn jalan konstitusionalnya mengajak sahabat dan pendukungnya tunduk pada hukum. 
 
Sehingga yang tertinggal di jalanan, adalah PERUSUH yang sesungguhnya. Mudah dikenali dan ditangani secara hukum. Kriminal itu!
 
Saya dukung TNI POLRI, bukan utk siapa2, tapi agar pesta demokrasi tidak ditundangi anasir2 jahat yg punya segudang rencana tanpa disadari kebanyakan pendukung militan.
 
Plak plok bangun ... sadar, berhentilah memanas2i sahabat dan kerabatmu. Kita bangun sama2 negeri ini. Jangan gila bareng.
 
Ramadhan Kareem
 
Sumber : Status Facebook Rully Achdiat Santabrata
Thursday, May 23, 2019 - 12:30
Kategori Rubrik: