Runtuhnya Pamor Ulama Palsu

ilustrasi

Oleh : Abu Jenaka

(Hukuman sosial yg dijatuhkan oleh masyarakat luas)

Petentang petenteng, merasa mempunyai kasta tertinggi, gila hormat puja puji, kebiasaan merendahkan dan menghina dina orang lain terutama pribumi adalah penyebab hancurnya nama baiknya sendiri.

Merasa telah menjadi kaum priyayi berdarah biru maksum bebas dari dosa, suci tanpa noda, bersih tanpa kotoran serta menganggap manusia lain sebagai sampah adalah penyebab kebencian masyarakat umum terhadap dia.

Kebiasaan berucap kata-kata kotor, menista, kegemaran mengumbar sumpah serapah dan menuding dengan ucapan nista yg senista-nistanya yg ditujukan kepada sesama muslim yg tidak sepaham dan memandang sebelah mata warga negara pribumi adalah penyebab hilangnya rasa simpati masyarakat terhadap dia.

Merasa dirinya pemilik kesucian sehingga berani menyatakan diri menjadi pemimpin revolusi ahlaq, padahal masyarakat tahu dia tak punya ahlaq, menjadikan dia hanya jadi bahan tertawaan masyarakat saja.

Kesombongan luar biasa, memaksa agar semua orang tunduk dibawah perintah kangkangannya adalah penyeban anti pati masyarakat terhadap dia sendiri.

Teruskan dan kamu akan menapuk wajahmu sendiri dengan perilakumu yg tdk mempunyai kepantasan.

Teruskan permalukan leluhurmu muliamu dengan perilaku biadabmu dan kamu akan berhadapan dengan umat leluhurmu sendiri yg muak dengan perilakumu.

Ada dua hal yg bisa dilakukan

1. Teruskan perbuatan dan perilaku yg oleh masyarakat serta norma-norma yg dianggap sebagai perbuatan biadab.

2. Lakukan introspeksi diri, memperbaiki ahlakmu sendiri mencontoh perilaku leluhurmu berahlak karimah, menjaga sopan santun, bertutur kata baik, berlaku adil, tidak suka mencederai hati sesama dst.

Pilihan bebas, apapun pilihanmu, umat leluhurmu yg akan menilai dan menghadapimu.

Sumber : Status Facebook Abu Jenaka

Saturday, November 21, 2020 - 15:00
Kategori Rubrik: