Runtuhnya Kredibilitas Sang Ustad

ilustrasi

Oleh : Alamsyah

Sambil menunggu boarding pesawat ke Sydney yang msh 2 jam lagi, saya buka medsos .. rupanya lagi viral video ustaz Abdul Shomad (UAS) yang menyerang Gus Ishom dengan beberapa ejekan ..

Dengan enteng dan mimik yang terkesan sangat merendahkan, UAS menyebut KH Ahmad Ishomuddin, M.Ag, Rois Syuriah PBNU, sebagai belum sunat, belum haji, doktor palsu, dicopot dari MUI, kampusnya sudah menolak dirinya, dan sebagainya .. yang intinya Gus Ishom manusia yang buruk dan tidak ada nilai apa2nya lagi ..

Karena persolan ini sangat penting maka harus diklarifikasi ..

Sebagai dekan yang mnjadi atasan langsng Gus Ishom di fakultas syariah UIN RI Lampung, harus saya tegaskan bahwa secara formal dan kelembagaan tidak pernah kami menyalahkan dan memberi peringatan terkait dengan pandangan dan langkahnya selama ini .. Secara pribadi saya bahkan mendukungnya dalam kegiatan pengabdiannya di PBNU, MUI, saksi ahli dan keaktifannya dalam berbagai event internasional ..

Sejak kuliah satu kelas dulu saya sangat tahu beliau aktif dan cerdas namun tentu saja saat itu belum haji, dan baru tahun lalulah beliau bisa menunaikannya .. tentu juga beliau sudah lama disunat .. tidak perlu saya yang mmbuktikan, mungkin UAS yang mau .. Beliau juga tidak pernah mngaku doktor (UAS dan yang lain saja yang memplintirnya sebagai doktor palsu). Bahkan pihak kampus tidak pernah menyatakan tidak ada urusan lagi dan lepas dari beliau, karena Gus Ishom walau super sibuk tapi tetap sempat menjalankan tugas kewajiban mengajar di almamater-nya.

Jadi apa yang dikatakan UAS di atas tentang Gus Ishom, baik secara harfiyah maupun majaziyah, adalah dusta alias hoaks.

Dalam disiplin ilmu hadis, yang juga menjadi keahlian UAS sebagai dosen hadis, ditetapkan haram membuat dan menyebarkan info hoaks, dn pelakunya dapat kena sanksi pidana dan diancam siksa neraka. Seseorang yang menerima info palsu (matan maudhu') dan tahu itu namun tetap menyebarkannya (meriwayatkannya) maka dia tergolong seorang pendusta (Kaazib), jika berkali2 berdusta maka dinamakan tukang bohong (Kazzaab), bahkan jika sudah sangat rusak dinamakan Dajjaal ..

Seseorang yg sudah dilabeli "pendusta" maka sudah tidak lagi dipercaya, dan semua informasi yang disampaikannya ditolak, kredibilitas dirinya runtuh, maka ia tidak boleh lagi berfatwa dan menjadi saksi ...

Sudah berapa kali kah UAS melakukan kecerobohan seperti ini .. ? dan layakkah untuk .. ? sedulur yg cerdas silahkan menganalisisnya ...

Saya berharap UAS hanya keseleo lidah ketika menyebut hinaan di atas .. jika benar ada kelalaian dan tidak hati2 dalam menyebar info hoaks, maka harus diikuti klarifikasi dengan permintaan maaf terbuka oleh UAS kpd Gus Ishom yang sudah sangat bijak menyikapinya ...

Tidak perlu malu minta maaf .. karena "ustad juga manusia ..."

Sumber : Status Facebook Alamsyah

Saturday, March 23, 2019 - 12:00
Kategori Rubrik: