Rp 50 Ribu Dapat Apa Saja

Ilustrasi

Oleh : Cahaya Timur Kinanti

#Edisi_Sawang_Sinawang.

Seorang teman, menandai saya di postingannya yg berjudul 50 Ribu dapat apa….?

Ternyata kalimat ini viral, konon Ini adalah komentar dari salah seorang Orang Super Kaya di Indonesia.

Pertanyaan ini mudah, namun jawabannya ternyata cukup sulit. Pertanyaan ini tidak bisa di jawab dengan satu “SUDUT PANDANG”. Perlu pengalaman yang cukup banyak untuk menjawab pertanyaan sepele ini.

Tanpa sudut pandang yg banyak, maka kita akan seperti beberapa orang buta yang diminta mengenali gajah dengan cara menyentuhnya. Bagi yg pegang kakinya akan berasumsi gajah itu adalah bulat tegak kekar, bagi yg pegang ekornya akan berasumsi gajah itu panjang kecil seperti ular, bagi yg pegang kupingnya akan berasumsi gajah itu lebar tipis dst dst

#Pengalaman_1.
Saya terbiasa hidup sangat sederhana, saya domisili di Lombok NTB. Makan pagi saya nasi dengan telur serta sayur tempe / tahu, serundeng kelapa dan sambel, harganya Rp 5000/bungkus. Makan pagi dengan harga segini sudah umum di warung warung di Lombok. Menunya pun bervariasi.

Siang saya makan seharga Rp.7000 rupiah saja, itupun dengan nasi menggunung, lauknya : sedikit ayam suwir, tempe kering pedas, 2 potong tahu, telor dadar sepotong ukuran 2 jari. Saya makan bersama dengan pengemudi Gojek. Porsi 7 ribu itupun seringkali saya tak mampu habiskan. Makan malam kurang lebih sama dengan makan siang.

#Pengalaman_2.
Saya nengok anak lanang, dan di ajak makan di kantin kampus sekolahnya, di jogja, seporsi nasi gudek telur dan t’eh manis juga di hargai Rp 7.000. bagi mahasiswa harga tersebut lumayan bersahabat.

#Pengalaman_3.
Dalam kunjungan ke Istiqlal beberapa tahun lalu, saya menginap di hotel bintang 4 sekitar Monas. Hanya untuk secangkir kopi susu yg namanya saja aneh di telinga saya, saya harus keluarkan uang IDR 80.000.

#Pengalaman_4.
Sebelum pergi kesemarang, di Halim Perdana Kusuma saya makan bakso afung, satu porsinya Rp 48.000. jadi kalau ada yg bilang Rp 50.000 tidak cukup utk beli bakso dua porsi, itu betul. Tergantung dimana belinya.

#Pengalaman_5 (terakhir)
Dompet kecil terbuat dari kulit imitasi dgn merk Montblanc , yg biasa istri pakai utk nyimpan kartu indomaret / alfamaret sudah mulai rusak. Di Lombok saya beli seharga Rp 35.000. 
Dalam kunjungannya ke Jakarta, saya di ajak oleh adik ke PLAZA SENAYAN. Iseng iseng saya masuk counter tas Montblanc dan bertanya tentang dompet kecil tersebut. Betapa terkejutnya saya ketika tahu harga tas kecil itu aslinya adalah Rp 2juta. Ternyata itu harga termurah. Keponakan saya beli tas kecil utk tempat TAB nya seharga 6 juta.

#Kesimpulan :
Pertanyaan Rp 50.000 dapat apa, ternyata sangat multi tafsir. Tergantung di mana posisi kita dan apa yg ingin kita beli. Bagi saya dan sebagian orang Indonesia yg hidup sangat sederhana Rp 50.000 berarti besar.

Namun bagi orang yg sangat kaya, Rp 50.000 adalah nilai yg sangat rendah, tidak berarti apa apa.

Memang sulit ketika orang yang sangat kaya sejak kecil, sangat berkuasa dan tidak pernah miskin mencoba kampanye mengambil hati rakyat kecil. Bukan semakin mendekatkan dengan rakyat kecil, tapi malah menciptakan jurang yg semakin lebar.

Salam

Sumber : Status Facebook Cahaya Timur Kinanti

Monday, November 26, 2018 - 10:15
Kategori Rubrik: