Rp 1,6 T Disiapkan ESDM untuk Simpan Minyak dan Listriki Daerah Terpencil

REDAKSIINDONESIA-Dalam APBN-P 2016 telah dialokasikan dana sebesar Rp 1,6 triliun untuk Dana Ketahanan Energi (DKE). Separuh dari DKE sebesar Rp 800 miliar akan digunakan untuk Program Indonesia Terang (PIT), yaitu program melistriki daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia.

Saat ini, masih ada sekitar 12.000 desa di seluruh Indonesia yang belum terlistriki dengan baik. Desa-desa inilah yang menjadi target PIT. 12.000 desa tersebut ditargetkan bisa terlistriki dengan baik semuanya pada tahun 2019.

"Rp 800 miliar lagi untuk pengembangan listrik di Indonesia Timur, prioritasnya melistriki 12.000 desa yang belum terpenuhi kebutuhan listriknya," ujar Menteri ESDM, Sudirman Said saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Sedangkan sisa separuh DKE lagi sebesar Rp 800 miliar akan digunakan untuk menghimpun cadangan penyangga energi (CPE). Dana itu akan dipakai untuk menghimpun CPE dalam bentuk minyak mentah.

Dengan uang itu bisa diperoleh cadangan minyak mentah sebanyak 1,6 juta barel, setara dengan konsumsi minyak bumi selama 1 hari di Indonesia. Meski masih sedikit, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia menimbun minyak untuk cadangan penyangga.

Cadangan penyangga tersebut akan digunakan apabila terjadi krisis dan darurat energi berdasarkan kondisi nasional sesuai dengan ketentuan Perpres Nomor 41 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis dan Darurat Energi.

"Rp 800 miliar hanya untuk beli crude saja. Dengan harga minyak US$ 50/barel bisa dapat kira-kita 1,6 juta barel. Jadi kita punya cadangan 1 sampai 1,5 hari," ungkap Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja.(detik.com) **

Friday, July 22, 2016 - 04:00
Kategori Rubrik: